Berita

Skandal 400 Kg  Timah Illegal di Tanjung Ruu: Sopir Buka Suara, Nama Yaomi Bos Timah Asal Toboali Disebut-sebut Pengendali Jaringan Gelap

139
×

Skandal 400 Kg  Timah Illegal di Tanjung Ruu: Sopir Buka Suara, Nama Yaomi Bos Timah Asal Toboali Disebut-sebut Pengendali Jaringan Gelap

Sebarkan artikel ini

Laporan: Broaldo

Editor: Bangdoi Ahada

BELITUNG, Berita5.co.id — Penggagalan penyelundupan 400 kilogram pasir timah ilegal di Pelabuhan Tanjung Ruu, Selasa (7/4/2026), membuka tabir baru praktik jaringan gelap yang diduga dikendalikan seorang pemain lama yang dikenal kalangan pemaian timah bernama Yaomi, warga Toboali, Bangka Selatan.

Operasi yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Tricakti sekitar pukul 15.00 WIB itu awalnya tampak seperti penindakan rutin.

Namun, dari balik 18 karung timah yang disembunyikan rapi di kolong sasis truk, tersingkap pola kerja terorganisir yang mengarah pada satu nama kunci, yakni Yaomi.

Modus Lama, Pola Terstruktur

Timah ilegal tersebut disamarkan dengan muatan ban mobil serta dua unit sepeda motor matic.

Modus ini bukan hal baru, tetapi menunjukkan tingkat adaptasi pelaku untuk mengelabui petugas di jalur pelabuhan.

Sopir truk berinisial DV, warga Pilang, yang diamankan di lokasi, mengaku hanya sebagai kurir.

Ia menerima barang dari seseorang berinisial TY sehari sebelumnya, dengan iming-iming bayaran Rp2 juta untuk sekali pengiriman ke Pelabuhan Sadai, Bangka.

Namun, pengakuan DV menjadi pintu masuk yang lebih besar.

“TY itu orang lapangan. Bos besarnya Yaomi, warga Toboali,” ungkap DV kepada petugas.

Sosok Yaomi: Diduga Pengendali dari Hulu

Nama Yaomi bukan tanpa gaung di kalangan pelaku tambang ilegal.

Berdasarkan penelusuran sumber internal yang enggan disebutkan namanya, Yaomi diduga berperan sebagai pengendali distribusi timah dari wilayah Bangka Selatan, khususnya Toboali, menuju jalur-jalur “aman” lintas pulau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!