Penulis: Radak 04/08
BANGKA, Berita5.co.id — Kaburnya tujuh orang tahanan dari rumah tahanan (rutan) Mapolres Bangka pada Rabu dini hari (8/4/2026) menyisakan tanda tanya besar.
Peristiwa yang semestinya menjadi mustahil dalam sistem pengamanan berlapis itu justru terjadi di bawah pengawasan langsung petugas piket, memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian serius atau bahkan celah yang dimanfaatkan secara sistematis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelarian terjadi saat situasi dini hari ketika aktivitas di lingkungan rutan relatif lengang.
Namun, kondisi tersebut justru diduga telah dibaca dan dimanfaatkan para tahanan. Mereka disebut-sebut telah merancang skenario pelarian dengan memperhitungkan waktu, situasi penjagaan, hingga kemungkinan titik lemah pengawasan.
Ironisnya, aksi kabur ini baru diketahui saat petugas piket melakukan pemeriksaan rutin.
Saat itulah tujuh tahanan yang sebelumnya berada dalam sel dinyatakan hilang.
Fakta bahwa pelarian bisa berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu tertentu menimbulkan pertanyaan serius, apakah sistem kontrol dan pengawasan di rutan berjalan sebagaimana mestinya?
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa kemungkinan ada kelengahan prosedur standar operasional (SOP) penjagaan, mulai dari pengawasan fisik hingga pencatatan aktivitas tahanan.
“Ini bukan sekadar kabur biasa. Ada pola yang mengindikasikan mereka sudah mempelajari ritme penjagaan,” ujarnya.












