Berita

Nama Cepot Mencuat di Balik Tambang Ilegal DAS Nelayan Sungailiat

655
×

Nama Cepot Mencuat di Balik Tambang Ilegal DAS Nelayan Sungailiat

Sebarkan artikel ini

Alih-alih menjadi contoh penataan wilayah pesisir, kawasan ini justru dikepung aktivitas tambang ilegal.

Sedimentasi akibat tambang pun mulai terasa. Air yang dulunya menjadi sumber penghidupan nelayan kini keruh dan tercemar, mengancam ekosistem serta hasil tangkapan.

Investigasi ini juga diwarnai dengan dugaan intimidasi terhadap jurnalis. Saat hendak meninggalkan lokasi, seorang pria tak dikenal tiba-tiba menghentikan laju kendaraan wartawan.

“Saya tahu kamu itu wartawan. Hentikan dulu motormu itu. Awas kalau ada berita yang aneh-aneh, anda saya cari!” teriaknya.

Ancaman ini mempertegas bahwa ada kepentingan besar yang sedang dijaga rapat di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

Menabrak Tata Ruang, Mengancam Nelayan

Mengacu pada RTRW Kabupaten Bangka dan RTRW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2014–2034, kawasan pesisir Sungailiat diarahkan untuk pengembangan perikanan, wisata bahari, serta pemberdayaan ekonomi nelayan.

Namun dengan masuknya alat berat dan aktivitas tambang ilegal, arah pembangunan itu terancam berbalik arah.

Nama Cepot yang kini mencuat menjadi salah satu simpul penting dalam pusaran tambang ilegal ini, menimbulkan pertanyaan besar:

Siapa sebenarnya Cepot dan seberapa kuat jejaring yang menopang aktivitasnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait sosok Cepot maupun langkah penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut.

Sementara itu, para nelayan hanya bisa menyaksikan laut mereka perlahan berubah dari sumber kehidupan menjadi medan eksploitasi. (B5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!