Berita

Dua Ekskavator Bujang Tame Menari di Hutan Lindung Gadung, Aparat Kemana..?

149
×

Dua Ekskavator Bujang Tame Menari di Hutan Lindung Gadung, Aparat Kemana..?

Sebarkan artikel ini

Penulis: Broaldo

TOBOALI, BERITA5.CO.ID — Di balik sunyi Jalan Gunung Namak, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, deru mesin berat memecah kesunyian.

Bukan aktivitas pembangunan, melainkan dua unit ekskavator yang tanpa henti menggerus tanah di kawasan yang diduga kuat merupakan hutan lindung.

Pantauan media ini pada Selasa, 7 April 2026, menunjukkan dua alat berat merek Hitachi dan Kobelco bekerja intensif di lokasi tambang milik seorang penambang bernama Bujang Tame.

Di tengah lokasi yang jauh dari jangkauan pengawasan, aktivitas itu berlangsung terbuka, seolah tanpa rasa khawatir akan penindakan hukum.

Kondisi lahan sudah babak belur. Gundukan pasir menjulang, lubang-lubang camui menganga, menciptakan lanskap yang menyerupai wilayah pascaperang.

Vegetasi hilang, struktur tanah rusak, dan tak ada tanda-tanda upaya pemulihan. Kerusakan itu menjadi bukti nyata eksploitasi yang berlangsung tidak sebentar.

Nama Bujang Tame bukan sosok asing di lingkaran tambang ilegal. Selain sebagai pelaku tambang, ia juga dikenal sebagai kolektor pasir timah dan memiliki gudang penyimpanan.

Aktivitasnya disebut-sebut sudah lama berjalan, namun hingga kini tak tersentuh proses hukum.

Sejumlah warga mengaku heran sekaligus geram. Mereka menilai ada semacam “perlindungan tak kasat mata” yang membuat aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa hambatan.

“Makanya dia itu tidak pernah ditertibkan apalagi ditangkap. APH di Toboali tidak berani,” ujar Ton, seorang warga, setengah berkelakar namun sarat makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *