Di sela-sela aksi bersih, seorang nelayan tua terlihat memungut sampah plastik yang tersangkut di antara karang. Dengan tangan kasar yang terbiasa melawan ombak, ia bercerita tentang laut yang tak lagi sama. Air yang dulu jernih kini keruh dan hasil tangkapan yang semakin menurun menjadi bukti nyata dampak aktivitas tambang.
Bagi masyarakat pesisir, Pantai Pasir Kuning bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah ruang hidup, tempat anak-anak bermain, tempat nelayan menggantungkan harapan dan ruang budaya tempat tradisi Perang Ketupat digelar setiap tahun. Ketika pantai rusak, yang hilang bukan hanya keindahan, tetapi juga identitas dan masa depan.
Kondisi inilah yang mendorong Forkopimcam Tempilang bergerak cepat. Dalam berbagai rapat koordinasi sebelumnya, telah disepakati bahwa aktivitas tambang tidak boleh beroperasi terlalu dekat dengan pantai, speed boat dilarang parkir di kawasan wisata dan pekerja pendatang wajib terdata. Namun pelanggaran yang terus berulang membuat pemerintah mengambil langkah lebih tegas.
“Kita sudah sering ingatkan. Kalau tidak diindahkan, tentu akan ada tindakan lebih tegas. Ini komitmen kita untuk menjaga kawasan ini,” tegas Rusian.
Dalam perspektif yang lebih luas, langkah yang dilakukan Camat Tempilang menjadi simbol kepemimpinan yang tidak hanya berbasis kebijakan, tetapi juga tindakan nyata. Ia hadir di tengah persoalan, menyatukan berbagai pihak, dan mendorong perubahan yang langsung dirasakan masyarakat.
Kini, Pantai Pasir Kuning perlahan berbenah. Meski belum sepenuhnya pulih, tanda-tanda perubahan mulai terlihat bahwa kawasan lebih rapi, sampah berkurang dan kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Aksi ini juga memantik harapan bahwa keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian lingkungan masih bisa diperjuangkan.
Di tengah debur ombak yang kembali terdengar lebih tenang, satu hal menjadi jelas penyelamatan Pantai Pasir Kuning bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang warisan untuk masa depan.
Di balik gerakan itu, sosok Rusian berdiri sebagai pemimpin yang tidak hanya memberi perintah, tetapi hadir, bekerja, dan menggerakkan perubahan nyata bagi Tempilang. (B5)












