Penulis: Medi Hestri, Belva Al Akhab dan Satrio
TEMPILANG, Berita5.co.id — Ketegasan sekaligus keteladanan ditunjukkan Camat Tempilang, Rusian, S.Km, M.H., dalam upaya menyelamatkan kawasan wisata Pantai Pasir Kuning dari tekanan aktivitas tambang ilegal.
Melalui rangkaian sidak hingga aksi bersih bersama Forkopimcam dan masyarakat, pemerintah kecamatan bergerak cepat menata ulang kawasan yang selama ini terancam kehilangan jati dirinya sebagai destinasi wisata unggulan.
Langkah dimulai dari sidak tegas yang dilakukan pada Jumat (10/04/2026), di mana Camat Tempilang turun langsung ke lapangan, menyusuri bibir pantai yang dipenuhi deretan speed boat, sampah, serta jejak aktivitas tambang yang merusak estetika kawasan. Dalam sidak tersebut, ia memberikan ultimatum keras kepada para pelaku usaha dan operator tambang agar segera menertibkan aktivitas mereka dalam waktu tiga hari.
“Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata. Tidak boleh lagi ada aktivitas yang merusak. Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal masa depan Tempilang,” tegasnya di hadapan para pemilik usaha.
Ultimatum itu bukan sekadar peringatan kosong. Dalam waktu singkat, Rusian bersama Forkopimcam kembali turun ke lokasi, memimpin langsung aksi pembersihan Pantai Pasir Kuning sebagai bentuk nyata keseriusan pemerintah. Ia tidak hanya berdiri memberi instruksi, tetapi turut berjalan di atas pasir yang tercemar, memantau langsung proses pembersihan, hingga memastikan penataan kawasan mulai berjalan.
Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen aparat kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Sampah-sampah dikumpulkan, area warung mulai ditata, dan speed boat yang sebelumnya parkir sembarangan mulai dipindahkan dari garis pantai. Perlahan, wajah Pantai Pasir Kuning yang sempat kusam mulai menunjukkan perubahan.
“Kita tidak bisa bicara pariwisata kalau lingkungannya kotor. Pantai ini adalah wajah Tempilang. Kalau kita jaga, dia akan memberi kehidupan,” ujar Rusian, menegaskan komitmennya.
Namun di balik langkah struktural itu, tersimpan cerita yang lebih dalam cerita tentang hubungan manusia dengan alam yang mulai tergerus.












