Berita

120 Calon Paskibraka Bangka Barat Siap Menyalakan Api juang Kemerdekaan 

59
×

120 Calon Paskibraka Bangka Barat Siap Menyalakan Api juang Kemerdekaan 

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab dan Satrio

MENTOK, Berita5.co.id — Pagi itu, Senin (14/04/2026) udara di Gedung Graha Aparatur Kabupaten Bangka Barat tidak hanya membawa kesejukan, tetapi juga mengandung denyut harapan yang perlahan menjelma menjadi tekad.

Sebanyak 120 pelajar terbaik berdiri dalam satu ruang, bukan sekadar sebagai peserta seleksi, tetapi sebagai wajah masa depan yang tengah dipersiapkan untuk mengemban kehormatan bangsa.

Di hadapan mereka, berdiri sosok wakil Bupati Bangka Barat, H.Yus Derahman yang pada momen itu tidak hanya membuka kegiatan, tetapi juga membangun sebuah narasi besar tentang kebangkitan pemuda dan makna sejati menjadi bagian dari Indonesia.

Dengan gaya tutur yang tenang namun menghunjam, ia tidak sekadar menyampaikan sambutan, melainkan menanamkan kesadaran.

Bahwa seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 bukanlah ajang biasa, melainkan ruang pembentukan karakter, tempat di mana jiwa-jiwa muda ditempa untuk memahami arti pengabdian.

“Di sinilah kalian belajar bahwa menjadi bagian dari bangsa ini bukan sekadar identitas, tetapi tanggung jawab,” ucapnya, menyapu seluruh ruangan dengan pandangan yang sarat makna.

Seratus dua puluh peserta yang hadir bukanlah angka statistik. Mereka sebagai potret keberagaman Bangka Barat datang dari pesisir, dari pedalaman, dari keluarga sederhana yang menggantungkan harapan besar pada pundak anak-anaknya.

Di balik seragam yang mereka kenakan, tersimpan cerita-cerita tentang perjuangan kecil yang jarang terlihat.

Sepatu yang mulai aus, perjalanan jauh yang ditempuh sejak subuh, hingga doa orang tua yang tak pernah putus mengiringi langkah mereka.

Namun di mata Yus Derahman, mereka memiliki satu kesamaan bahwa potensi untuk menjadi penjaga marwah bangsa.

Ia memandang mereka bukan hanya sebagai peserta seleksi, tetapi sebagai generasi yang harus disiapkan bukan hanya untuk mengibarkan bendera, tetapi untuk menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Seleksi yang akan dilalui meliputi tahapan fisik, mental, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, hingga karakter dipahami bukan sekadar proses penyaringan, tetapi perjalanan transformasi.

Dalam kerangka itulah, Yus Derahman menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara kekuatan tubuh dan kekuatan jiwa.

Ia seakan ingin meneguhkan bahwa bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang kuat secara fisik, tetapi juga yang memiliki kesadaran sejarah, kedalaman nilai, dan komitmen kebangsaan.

Dalam bagian yang paling menyentuh, ia membawa seluruh peserta kembali pada satu titik penting dalam perjalanan bangsa sebagai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Namun ia tidak sekadar menyebutnya sebagai peristiwa sejarah. Ia menghidupkannya sebagai pengalaman emosional yang harus dirasakan oleh setiap peserta.

“Ketika kalian mengibarkan bendera merah putih, kalian tidak hanya mengangkat kain. Kalian sedang mengangkat sejarah, mengangkat pengorbanan dan mengangkat harga diri bangsa,” ujarnya.

Kata-kata itu menjadi lebih dari sekadar kalimat. Ia menjelma menjadi pesan ideologis yang memperkuat positioning kepemimpinan H.Yus Derahman sebagai figur yang menempatkan nilai kebangsaan di atas segalanya.

Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, ia kembali menegaskan pentingnya Pancasila sebagai fondasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *