Bangka BaratBeritaEdukasiLokalNewsPemerintahan

Yus Derahman: 1.943 Santri Diwisuda, Investasi Terbesar Bangka Barat Ada pada Generasi Muda

85
×

Yus Derahman: 1.943 Santri Diwisuda, Investasi Terbesar Bangka Barat Ada pada Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Pagi itu, Lapangan Atletik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dipenuhi lautan busana wisuda berwarna-warni. Ribuan anak duduk rapi bersama orang tua mereka. Sebagian menggenggam sertifikat kelulusan, sebagian lainnya sesekali melambaikan tangan kepada keluarga yang hadir dari berbagai kecamatan.

Di tengah suasana yang penuh kebanggaan itu, sebanyak 1.943 santri dan santriwati mengikuti Wisuda XXIII TKA/TPA LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Bangka Barat Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (13/6/2026).

Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut mungkin hanya sebuah seremoni tahunan. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, wisuda itu merupakan gambaran nyata tentang bagaimana masa depan daerah sedang dipersiapkan melalui pendidikan agama sejak usia dini.

Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut para santri yang diwisuda sebagai aset berharga daerah yang kelak akan menentukan arah pembangunan Bangka Barat pada masa mendatang.

“Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah aset berharga daerah dan bangsa yang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, beriman, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan baik menuju Bangka Barat Bermartabat,” kata Yus dalam sambutannya.

Menurut dia, keberhasilan hampir dua ribu santri menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru, tetapi juga menjadi indikator penting bahwa kesadaran masyarakat terhadap pendidikan karakter dan keagamaan masih terjaga di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Yus menilai pembangunan daerah tidak bisa hanya diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, gedung yang berdiri atau proyek fisik yang berhasil diselesaikan pemerintah.

Lebih dari itu, kata dia, ukuran keberhasilan pembangunan sesungguhnya terletak pada kualitas manusianya.

Di tengah era digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan arus informasi tanpa batas, daerah membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.

Karena itu, pendidikan agama sejak usia dini dinilai menjadi salah satu investasi paling strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Mempelajari ilmu agama harus dimulai sejak dini. Dengan ilmu, manusia menjadi pribadi yang terpelajar, cerdas, beradab dan mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah pembangunan sumber daya manusia yang ingin terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai salah satu instrumen penting dalam mewujudkan visi Bangka Barat Bermartabat.

Bagi Yus, pembangunan manusia dan pembangunan karakter merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Kemajuan ekonomi, investasi, maupun pembangunan infrastruktur akan sulit memberikan manfaat jangka panjang apabila tidak ditopang oleh generasi yang memiliki integritas dan nilai moral yang kuat.

Perkembangan teknologi digital telah membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Namun di saat yang sama, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru.

Anak-anak saat ini tumbuh di tengah banjir informasi yang datang melalui gawai dan media sosial hampir tanpa batas.

Situasi tersebut, menurut Yus, membutuhkan benteng moral yang kokoh agar generasi muda tidak kehilangan arah.

Ia menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak agar mampu menyaring berbagai pengaruh yang datang dari luar.

Kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, kata dia, bukan hanya soal kemampuan religius semata. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter yang melahirkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial dan rasa hormat terhadap sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!