Penulis: Kusuma
BANGKABARAT, berita5.co.id — Sekitar tujuh unit ponton isap produksi (PIP) illegal masih terlihat beraktivitas di pinggiran perairan Belo Laut Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa aktivitas PIP illegal ini masih terlihat di sekitar pinggiran Perairan Belo Laut.
Aktivitas kucing-kucingan ini disinyalir dikoordinir oleh oknum aparat, yang terus berupaya memprovokasi pemilik maupun pekerja PIP untuk berkerja secara illegal.
Modus oknum ini salah satunya dengan menjanjikan harga bijih timah yang lebih mahal dibandingkan harga yang ditetapkan PT Timah Tbk.
Modus jual beli ini dilakukan secara diam-diam pada malam hari, dimana bijih timah yang dihasilkan oleh PIP illegal tersebut dibeli oleh anak buah kolektor pasir timah.
“Modus mereka ini menjual pasir timah diam-diam Bang, biasanya kerja mereka ini malam hari, setelah aktivitas PIP legal selesai bekerja,” ujar Yen, salah satu warga yang menghubungi media ini, Kamis (22/2/2024).
Diceritakan Yen, aktivitas PIP illegal tersebut sudah terpantau sejak lima hari terakhir.
Namun tidak ada aparat penegak hukum maupun pihak pengaman PT Timah Tbk yang berani menertibkan aktivitas illegal tersebut.
“Nah kita tidak tahu Bang, mengapa mereka bisa beroperasi seperti itu. Padahal di sini sudah bagus, ada aktivitas yang legal, yang tentunya bisa memberikan kontribusi kepada warga di sini,” tukas Yen.
Pada kesempatan berbeda media ini mengkonfirmasi kepada Pengawas Tambang (Wastam) PT Timah Tbk Firdaus, Kamis (22/2/2024).












