Sementara itu Rusdan, selaku Ketua Panitia kegiatan, menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjaga agar aktivitas penambangan berlangsung kondusif serta memperoleh dukungan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berusaha menjaga kegiatan ini tetap nyaman dan kondusif bagi penambangan. Harapannya produksi timah di wilayah Kampung Sawah bisa meningkat dan yang paling penting, kegiatan ini benar-benar didukung oleh masyarakat dan nelayan pesisir,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat kepada CV MBP sebagai mitra produksi yang bekerja berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) PT TIMAH Tbk.
“Kepercayaan ini harus dijaga. Produksi timah harus dilakukan dengan baik dan benar, sesuai aturan. Ayo kita saling menjaga dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat dan nelayan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana legitimasi sosial menjadi faktor penting dalam keberlangsungan aktivitas tambang skala lokal.
Dukungan warga, terutama nelayan pesisir, kerap menjadi penyangga utama stabilitas operasi di lapangan di luar aspek administratif dan perizinan formal.
Di Kampung Sawah, aktivitas tambang PIP tidak semata dibaca sebagai kegiatan ekstraksi sumber daya alam, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika sosial-ekonomi yang berkembang di wilayah pesisir.
Kesepakatan lokal, distribusi kompensasi dan keterlibatan tokoh masyarakat membentuk relasi kuasa yang relatif stabil di tingkat kampung.
Namun, di balik narasi harmoni dan saling menjaga tersebut, tetap tersimpan pertanyaan tentang keberlanjutan ruang hidup pesisir, posisi nelayan kecil dalam jangka panjang, serta sejauh mana mekanisme kompensasi mampu menjawab dampak ekologis yang mungkin muncul seiring meningkatnya produksi timah.
Bagi warga Kampung Sawah hari ini, selama ada kesepakatan, transparansi, dan manfaat yang dirasakan langsung, aktivitas tambang masih dipandang sebagai bagian dari denyut pembangunan kampung.
Dari ponton di laut hingga surau di darat, relasi tambang dan masyarakat dibingkai dalam bahasa kerja sama, kepercayaan, dan kebutuhan bersama sebuah harmoni yang tumbuh di tengah keterbatasan pilihan ekonomi pesisir. (B5)












