Babel hari iniBangka BelitungBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPangkalpinangPemerintahan

Wali Kota Pangkalpinang Bicara Pancasila dan Bahaya Informasi Hoaks: “Begitu Kita Salah Ngomong, Seluruh Dunia Tahu”

×

Wali Kota Pangkalpinang Bicara Pancasila dan Bahaya Informasi Hoaks: “Begitu Kita Salah Ngomong, Seluruh Dunia Tahu”

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:2 scene:0 humanIn:1;

PANGKALPINANG, Berita5.co.id – Derasnya arus informasi di era digital membuat penyebaran informasi semakin cepat. Namun, di balik kemudahan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparuddin mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyampaikan maupun menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Pesan itu disampaikan Saparuddin saat menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya diperingati atau disebut sebagai dasar negara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus benar-benar diterapkan dalam menjalankan pemerintahan serta kehidupan sosial masyarakat.

“Pancasila ini telah terbukti, kurang lebih 81 tahun kita mempertahankan ini, dan kita wajib mempertahankan Pancasila ini sebagai sebuah ideologi di Indonesia, sebagai dasar kita bernegara,” ujar Saparuddin.

Saparuddin menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang harus menjadi landasan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ia menyebut nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam sikap para ASN maupun dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Mulai dari nilai ketuhanan, toleransi, kemanusiaan, persatuan, gotong royong, musyawarah hingga keadilan sosial, seluruhnya dinilai memiliki relevansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Nilai-nilai Pancasila itu ada nilai-nilai Ketuhanan, ada nilai-nilai toleransi, kemudian ada nilai-nilai kemanusiaan, tentang memberi kepada masyarakat yang membutuhkan, uluran tangan kita,” katanya.

Keberagaman Jangan Jadi Pemicu Perpecahan
Di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang beragam, Saparuddin menilai keberagaman justru harus dipandang sebagai kekuatan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh.

“Bagaimana kita harus menjaga keberagaman ini. Karena keberagaman ini adalah sebuah kekuatan bagi kita, kita jaga, kita satukan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya budaya gotong royong serta musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!