Babel hari iniBangka BelitungBelitung TimurBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPt.timah

Usai Demo, Pemuda Pancasila Dorong PT TIMAH Kembali Rangkul Masyarakat Belitung Timur

×

Usai Demo, Pemuda Pancasila Dorong PT TIMAH Kembali Rangkul Masyarakat Belitung Timur

Sebarkan artikel ini

BELITUNG TIMUR, Berita5.co.id – Pascademonstrasi yang berlangsung di wilayah operasional PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Belitung Timur, Irwansyah, mendorong seluruh pihak membuka kembali ruang komunikasi dan mencari solusi bersama atas persoalan pertambangan masyarakat.

Irwansyah berharap PT TIMAH dapat kembali memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat Belitung Timur dengan membangun komunikasi yang lebih terbuka bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, aktivis, serta penambang rakyat.

Menurutnya, keresahan masyarakat yang muncul saat ini bukan persoalan yang terjadi secara tiba-tiba. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian berkaitan dengan harga dan mekanisme pembelian bijih timah hasil tambang masyarakat.

“Kami berharap PT TIMAH comeback again ke wilayah karena masyarakat rata-rata hidup dari tambang. Kami tetap berprasangka baik dan berharap PT TIMAH kembali hadir bersama masyarakat,” kata Irwansyah.

Ia menilai PT TIMAH memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Belitung Timur. Selain aktivitas pertambangan, perusahaan tersebut disebut pernah memberikan kontribusi terhadap pembangunan sejumlah fasilitas yang dirasakan masyarakat, seperti jalan, rumah sakit, sekolah hingga pembangkit listrik.

Karena itu, menurut Irwansyah, momentum pascademonstrasi seharusnya dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk membangun kembali hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.

Dorong Dialog dan Keterbukaan

Irwansyah menilai komunikasi menjadi salah satu kunci untuk meredam keresahan sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia meminta manajemen PT TIMAH di wilayah Belitung Timur membuka ruang dialog dengan aktivis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi masyarakat (ormas), dan kelompok masyarakat lainnya.

“Transparansi dan keterbukaan sangat penting. Kami juga mengimbau agar jajaran PT TIMAH di wilayah dapat melakukan pertemuan dengan aktivis dan kelompok masyarakat.

Dalam jangka pendek, LSM dan ormas perlu dirangkul karena ini bagian dari kultur masyarakat Belitung Timur,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya memperoleh penjelasan ketika persoalan muncul. Edukasi mengenai regulasi, kebijakan pembelian, serta perkembangan aktivitas pertambangan perlu disampaikan secara berkala.

Soroti Antrean dan Penyerapan Bijih Timah
Selain komunikasi, Irwansyah juga menyoroti persoalan akses masyarakat terhadap pembelian bijih timah. Keterbatasan penyerapan dan antrean pembelian dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia berharap mekanisme pembelian dapat dievaluasi sehingga masyarakat yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh akses penjualan secara lebih tertata.

Irwansyah juga mengusulkan optimalisasi kapasitas titik pembelian atau meja goyang sesuai aturan guna membantu mengurai antrean dan mempercepat proses pembayaran kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!