Berita

Usai Anak Buah Ditangkap, Bos Timah Keranggan–Tembelok Mendadak Menghilang, Gudang Marry Sepi Total

54
×

Usai Anak Buah Ditangkap, Bos Timah Keranggan–Tembelok Mendadak Menghilang, Gudang Marry Sepi Total

Sebarkan artikel ini

“Biasanya ada kabar setiap hari. Sekarang sudah sepi, tidak kelihatan lagi,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain itu, gudang yang dikenal warga dengan sebutan Gudang Marry di Kampung Majelang Lama, Mentok, Bangka Barat, juga dilaporkan tidak lagi beroperasi.

Gudang tersebut selama ini disebut-sebut sebagai salah satu lokasi penampungan dan titik lobi pasir timah dari perairan Keranggan–Tembelok.

“Gudangnya kosong, tidak ada aktivitas. Biasanya ada orang keluar masuk,” ujar sumber masyarakat lainnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai status Gudang Marry maupun dugaan keterkaitannya dengan Bos Dayat.

Polres Bangka Barat juga belum memberikan penjelasan terbuka terkait hubungan struktural antara Bos Dayat dengan dua kolektor yang telah ditangkap, serta langkah lanjutan untuk menelusuri dugaan aktor pengendali di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

Situasi ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa penindakan hukum masih menyentuh pelaku lapangan, sementara pihak yang diduga berada di level pengendali belum tersentuh.

“Yang kena baru anak buah. Begitu anak buah ditangkap, bosnya menghilang,” ujar seorang nelayan pesisir Mentok.

Sampai berita ini diturunkan, Bos Dayat belum memberikan klarifikasi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media, baik secara langsung maupun melalui perantara, belum mendapat respons.

Masyarakat pesisir berharap penegakan hukum tidak berhenti pada penangkapan kolektor, melainkan menelusuri secara menyeluruh jaringan dan aktor utama di balik tambang ilegal Keranggan–Tembelok. (b5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *