Ketua RT 003 Dusun Kampak, Dedi, bahkan mengakui ikut memikul timah. Ia menyebut kapal dan dermaga yang digunakan adalah milik Ang.
Kepala Dusun Kampak, Hasim, juga membenarkan bahwa dermaga tersebut milik Ang dan yang meminta izin penggunaan adalah Tomo.
Mul, salah satu warga yang membantu mengatur pembayaran, mengakui menerima dan membagikan uang Rp 50 juta kepada masyarakat.
Namun ia mengaku tidak mengetahui siapa pemilik timah tersebut dan hanya berhubungan dengan Tomo.
Jejak Jaringan Terstruktur
Jika benar 90 ton pasir timah terlibat, maka nilai ekonominya tidak kecil.
Dengan harga pasir timah yang fluktuatif, volume sebesar itu menunjukkan operasi yang terorganisasi, bukan kegiatan sporadis.
Pola yang terungkap menunjukkan adanya struktur berlapis, yakni pemodal atau pengendali utama (diduga ANG), Koordinator lapangan (Tomo), Pengatur teknis dan distribusi dana (Mul dan lainnya), Masyarakat sebagai tenaga angkut.
Model seperti ini kerap membuat penegakan hukum berhenti di level operator lapangan. Pertanyaan publik, apakah kali ini akan berbeda?
Benang Merah dengan Penggerebekan Asui?
Belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan langsung penggerebekan rumah Asui dengan kasus 90 ton pasir timah di Jebus.
Namun secara geografis dan pola bisnis, keduanya berada dalam ekosistem tata niaga timah Bangka Belitung yang selama ini kerap disorot karena praktik ilegal dan penyelundupan.
Penggerebekan di Toboali dan pergerakan aparat ke Bangka Barat memberi sinyal bahwa penyidik tengah memetakan jaringan yang lebih luas.
Bukan tidak mungkin, kasus-kasus yang selama ini berdiri sendiri ternyata saling terhubung dalam rantai distribusi yang sama.
Bangka Belitung bukan wilayah baru dalam pusaran persoalan timah. Namun setiap pengungkapan besar selalu menyisakan pertanyaan, siapa yang benar-benar mengendalikan permainan?
Kini publik menunggu keberanian aparat menyentuh aktor-aktor besar di balik layar. Apakah operasi ini akan membongkar jaringan hingga ke pucuknya, atau kembali berhenti pada operator lapangan dan masyarakat kecil?
Pergerakan Tipidter Mabes Polri ke Bangka Barat menjadi ujian. Bukan hanya bagi aparat, tetapi juga bagi komitmen negara dalam menata ulang tata kelola timah yang selama ini sarat kepentingan dan bayang-bayang kekuasaan. (B5)












