Berita

Timah Belitung dalam Genggaman Ang: Jejak Kuasa di Balik Dugaan Monopoli CV TMTB

170
×

Timah Belitung dalam Genggaman Ang: Jejak Kuasa di Balik Dugaan Monopoli CV TMTB

Sebarkan artikel ini

Penulis: RADAK07

BELITUNG, Berita5.co.id — Di tengah keluhan macetnya penyerapan timah oleh PT Timah Tbk, satu nama perlahan muncul sebagai simpul penting dalam tata niaga timah Pulau Belitung, bos ini berinisial Ang.

Ia bukan pejabat publik, bukan pula nama yang sering muncul di dokumen resmi.

Namun di lapangan, Ang disebut-sebut menjadi figur kunci di balik menguatnya peran CV Traders Mining Tin Babel (TMTB) sebagai pengendali arus timah.

Sejumlah sumber yang ditemui ini menyebut, hampir seluruh timah dari kolektor-kolektor besar di Belitung dan Belitung Timur kini bermuara ke satu pintu yaitu CV TMTB.

Dalam struktur ini, Ang disebut berperan sebagai penghubung utama sebagai pengendali lapangan, pengatur alur, sekaligus penentu ritme transaksi.

“Kalau mau timah jalan, ya lewat mereka. Di situ Ang pegang kendali,” ujar seorang kolektor besar di Belitung Timur yang meminta namanya dirahasiakan.

Dari Lapangan ke Meja Goyang

Peran Ang disebut tidak berdiri sendiri.

Ia berada dalam jejaring keluarga dan kepercayaan yang menghubungkan aktivitas lapangan, fasilitas pengolahan, hingga distribusi akhir.

CV TMTB disebut memiliki fasilitas meja goyang di Belitung, sementara perusahaan lain yang masih satu jaringan, CV TMTB, mengoperasikan fasilitas serupa di kawasan Sungai Manggar, Belitung Timur.

Operasional di lapangan disebut dijalankan oleh orang-orang kepercayaan.

Nama Ang, yang beroperasi di wilayah Jebus, disebut mengelola aktivitas harian atas nama Leo alias Ekik, yang masih berada dalam lingkar jejaring yang sama.

Kepemilikan fasilitas pengolahan sekaligus jalur distribusi ini membuat jejaring tersebut menguasai mata rantai dari hulu hingga hilir.

Dalam posisi itu, Ang disebut berfungsi sebagai “penjaga pintu”, menentukan ke mana timah boleh bergerak dan dengan harga berapa.

“Bukan sekadar beli-jual. Ini soal siapa yang mengatur aliran,” kata sumber lain.

Harga dan Potongan

Dominasi itu terasa paling nyata di level harga.

Saat PT Timah Tbk disebut mengalami keterbatasan dana dan tak mampu menyerap produksi secara optimal, CV TMTB justru tetap aktif membeli, namun dengan harga lebih rendah.

Data yang dihimpun Kompas menunjukkan, harga pembelian PT Timah untuk timah OC 72 berada di kisaran Rp198.000 per kilogram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!