Bangka BaratPemerintahanPendidikan

Teni Wahyuni Bawa Bangka Barat Menuju Era Pendidikan Digital Berkarakter

68
×

Teni Wahyuni Bawa Bangka Barat Menuju Era Pendidikan Digital Berkarakter

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id— Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, ketika teknologi perlahan mengubah cara manusia belajar, berpikir dan berinteraksi, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mencoba mengirim satu pesan penting kepada generasi mudanya tentang pendidikan tidak boleh tertinggal, tetapi juga tidak boleh kehilangan hati nurani.

Pesan itulah yang terasa kuat dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangka Barat di Gedung Perpustakaan Daerah Bangka Barat, Jumat (8/5/2026).

Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikpora Bangka Barat, Teni Wahyuni, S.E., Hardiknas tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Ia menjelma menjadi ruang besar untuk menunjukkan arah baru pendidikan Bangka Barat dalam pendidikan yang kreatif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berpijak pada karakter, kebudayaan dan nilai kemanusiaan.

Di dalam gedung perpustakaan yang biasanya sunyi, pagi itu suasana berubah penuh warna. Anak-anak PAUD duduk tekun mewarnai tokoh pendidikan dengan wajah polos dan penuh imajinasi. Di sudut lain, siswa SD dan SMP sibuk merancang desain poster digital menggunakan aplikasi Canva. Sementara para guru dan masyarakat pendidikan larut dalam semangat kebersamaan melalui Senam 7 KAIH.

Bukan sekadar lomba. Bukan hanya kegiatan hiburan. Di balik seluruh rangkaian itu, ada filosofi besar yang sedang dibangun.

Teni Wahyuni tampak berjalan perlahan menyusuri ruangan kegiatan. Sesekali ia berhenti memperhatikan hasil gambar anak-anak, menyapa peserta lomba, hingga berdialog dengan guru-guru yang mendampingi siswa. Tatapannya menunjukkan keyakinan bahwa pendidikan tidak cukup hanya diukur dari nilai angka dan lembar ujian.

Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang utuh untuk cerdas dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter dan siap menghadapi masa depan digital.

“Kami ingin pendidikan di Bangka Barat tidak hanya melahirkan anak-anak yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, rasa percaya diri dan semangat menghadapi masa depan,” ujar Teni Wahyuni.

Di era ketika anak-anak tumbuh bersama layar gawai dan media sosial, Teni menyadari tantangan pendidikan semakin kompleks. Karena itu, ia menegaskan bahwa generasi muda Bangka Barat tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi.

“Anak-anak hari ini hidup di era digital. Mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi kreator yang cerdas dan beretika,” katanya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan arah besar pembangunan pendidikan Bangka Barat. Di tengah derasnya arus digitalisasi, Disdikpora Bangka Barat mulai mendorong pendidikan yang bukan hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran moral dalam menggunakannya.

Bagi Teni, kecerdasan digital tanpa karakter hanya akan melahirkan generasi yang kehilangan arah. Karena itu, pendidikan harus tetap menjaga nilai sopan santun, gotong royong dan rasa hormat terhadap sesama.

Ia percaya, sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai tinggi, tetapi ruang untuk membentuk manusia yang mampu hidup berdampingan, menghargai orang lain dan percaya pada dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!