Laporan: Broaldo
AIRGEGAS, Berita5.co.id –– Aktivitas tambang timah ilegal di daerah Sungai Garut Desa Air Gegas kian tak terkendali.
Bukan hanya merusak kebun sawit milik warga, praktik tambang tanpa izin itu kini disebut-sebut dilindungi oleh kekuatan tak kasat mata, mulai dari kolektor timah hingga dugaan keterlibatan oknum berseragam loreng.
Lahan milik warga bernama Lili menjadi salah satu korban paling nyata. Sekitar satu hektare kebun sawitnya dilaporkan luluh lantak dibabat penambang.
Tanpa izin, tanpa ganti rugi, dan tanpa rasa takut.
“Sudah kami tegur baik-baik, bahkan sempat terjadi aksi pembakaran di lokasi, tapi mereka tetap kembali. Seolah kebal hukum,” ungkap seorang warga.
Dari penelusuran dan keterangan warga, aktivitas tambang ini tidak berdiri sendiri.
Nama Kori, seorang kolektor timah asal Air Gegas, disebut sebagai pihak yang membeli hasil pasir timah dari lokasi tersebut.
Peran ini dinilai krusial, karena menjadi “urat nadi” yang menghidupkan tambang ilegal.
“Kalau tidak ada yang beli, mereka tidak mungkin berani buka tambang sampai ratusan titik seperti sekarang,” kata warga lainnya.
Tak hanya itu, warga juga mencurigai adanya keterlibatan oknum “loreng” yang diduga menjadi backing aktivitas tambang.
Dugaan ini muncul karena para penambang tetap beroperasi secara terang-terangan meski sudah berulang kali dilaporkan.
“Kalau tidak ada yang bekingi, tidak mungkin mereka seberani ini. Sudah jelas ilegal, tapi tetap jalan terus,” ujar sumber.
Ironisnya, aparat penegak hukum di tingkat Polsek maupun Polres dinilai tidak mampu berbuat banyak.












