Penulis: Suryan Masrin dan Belva Al Akhab
BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Ketika sebagian sekolah masih berkutat pada angka-angka rapor dan target akademik semata, SD Negeri 10 Mentok memilih melangkah lebih jauh. Sekolah ini menghadirkan sebuah gagasan yang sederhana namun memiliki dampak besar dalam mengajarkan anak-anak membaca buku, membaca sejarah, sekaligus membaca masa depan mereka sendiri.
Melalui kegiatan Gebyar Literasi Gemini (GLG) bertema “Gerakan Makan Ikan Sejak Dini”, SDN 10 Mentok seakan mengirim pesan bahwa pendidikan sejati tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari kemampuan sekolah membangun karakter, kesehatan, identitas budaya dan kecintaan terhadap daerah tempat anak-anak tumbuh.
Di tengah derasnya arus digital yang membuat banyak anak lebih akrab dengan layar dibandingkan buku, lebih mengenal tokoh media sosial dibandingkan pahlawan daerahnya sendiri, SDN 10 Mentok justru menghadirkan sebuah gerakan yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.
Kegiatan ini menjadi salah satu program pendidikan yang memadukan literasi, edukasi gizi, pembentukan karakter, serta pelestarian sejarah Bangka dalam satu ruang pembelajaran yang hidup dan penuh makna.
Kepala SDN 10 Mentok, Wanda Setiawan, M.Pd, menegaskan bahwa literasi tidak boleh berhenti pada kemampuan mengeja huruf dan membaca kalimat.
Menurutnya, literasi sebagai kemampuan memahami dunia, membangun kesadaran, dan menemukan jati diri sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.
“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, sehat secara fisik dan kuat secara karakter. Karena itu kami mengintegrasikan budaya membaca dengan edukasi gizi melalui gerakan gemar makan ikan. Literasi dan kesehatan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi semakin relevan ketika Indonesia masih menghadapi tantangan kualitas sumber daya manusia, stunting, rendahnya minat baca, serta semakin pudarnya pengetahuan generasi muda terhadap sejarah daerahnya sendiri.
Berangkat dari kesadaran itulah, Gebyar Literasi Gemini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebagai ruang pendidikan yang menyentuh seluruh aspek perkembangan anak.
Kegiatan akan diawali dengan Senam Gemari (Gemar Makan Ikan) yang melibatkan seluruh siswa, guru dan tamu undangan.
Namun senam ini bukan hanya tentang gerakan tubuh. Di balik setiap langkah dan irama yang diikuti anak-anak, tersimpan pesan penting tentang kesehatan, gizi dan investasi sumber daya manusia sejak usia dini.
Sebab tidak ada generasi hebat yang lahir dari tubuh yang lemah, dan tidak ada bangsa maju yang dibangun oleh anak-anak yang kekurangan gizi.
Setelah pembukaan resmi, para siswa akan tampil membawakan puisi, kampanye kreatif dan berbagai pertunjukan edukatif bertema gemar makan ikan.
Di sinilah anak-anak belajar berbicara, berani tampil, menyampaikan gagasan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang menjadi keterampilan penting abad ke-21.












