BANGKA SELATAN, Berita5.co.id — Skandal dugaan tambang dan peleburan timah ilegal kembali mengguncang Bangka Selatan. Kali ini, praktik yang diduga merugikan negara miliaran rupiah itu disebut berlangsung secara sembunyi-sembunyi di sebuah pondok kebun terpencil di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.
Bukan sekadar aktivitas tambang liar biasa, lokasi tersebut diduga telah disulap menjadi “pabrik bawah tanah” peleburan timah skala home industri yang beroperasi diam-diam jauh dari pantauan publik dan aparat. Di balik kesunyian kebun, aktivitas produksi timah disebut terus berjalan menggunakan tungku peleburan lengkap dengan peralatan industri.
Namun operasi senyap itu akhirnya terendus aparat Satreskrim Polres Bangka Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan pada Rabu dini hari (06/05/2026) sekitar pukul 03.50 WIB. Sebelumnya, Unit II Tipidsus Satreskrim Polres Basel menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan berupa pengolahan dan peleburan pasir timah menjadi balok timah ilegal.
Menerima laporan tersebut, aparat langsung bergerak cepat. Sekitar pukul 02.00 WIB, polisi menemukan sebuah pondok kebun yang diduga dijadikan markas peleburan timah ilegal. Saat digerebek, sejumlah pekerja disebut tengah sibuk mengolah slek atau slak timah menjadi balok timah siap edar.
Pemandangan di lokasi disebut menyerupai industri peleburan tradisional berskala besar. Polisi menemukan tungku pembakaran, blower industri, cetakan balok timah, trafo las, hingga puluhan karung material timah dan arang yang diduga digunakan untuk menopang aktivitas produksi ilegal tersebut.
Seluruh kegiatan itu diduga berlangsung tanpa izin resmi dari instansi berwenang.
Saat dilakukan interogasi awal, RZ yang diduga sebagai pemilik lokasi disebut mengakui bahwa aktivitas peleburan tersebut tidak memiliki legalitas.
“Ini bukan lagi aktivitas kecil-kecilan. Dari barang bukti yang diamankan, terlihat jelas adanya proses produksi yang terstruktur dan masif. Pertanyaannya sekarang, sudah berapa lama operasi ini berjalan dan ke mana aliran distribusi timah tersebut?” ungkap sumber yang mengikuti perkembangan kasus itu.












