Berita

Sarbudiono,S.Pd: Pastikan Perlindungan Hadir untuk Setiap Anak dan Perempuan di Bangka Barat

68
×

Sarbudiono,S.Pd: Pastikan Perlindungan Hadir untuk Setiap Anak dan Perempuan di Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

“Perlindungan anak dan perempuan bukan kerja satu institusi. Ini sebagai kerja kemanusiaan yang membutuhkan keberanian kolektif. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dengan aparat hukum, tenaga kesehatan, lembaga sosial, hingga masyarakat. Hari ini, kolaborasi itu di Bangka Barat berjalan dengan sangat baik,” ungkapnya.

Namun yang membuat pendekatan Sarbudiono berbeda dalam sudut pandang cara ia melihat korban bukan sebagai objek penanganan, tetapi sebagai manusia yang harus dipulihkan martabatnya.

“Penanganan tidak berhenti saat kasus selesai. Justru di situlah proses panjang dimulai. Pendampingan, pemulihan trauma, membangun kembali rasa percaya diri, itu adalah bagian dari kehadiran negara yang sesungguhnya,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa perlindungan harus berjalan seiring dengan pemberdayaan. Baginya, perempuan yang berdaya adalah fondasi bagi generasi yang lebih kuat.

“Kami ingin perempuan di Bangka Barat tidak hanya selamat dari kekerasan, tetapi juga bangkit dengan kekuatan. Ketika perempuan berdiri tegak, anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman, lebih sehat dan lebih manusiawi,” jelas Sarbudiono.

Di balik narasi kebijakan dan program, ada satu hal yang terus ia jaga komitmen untuk hadir, bahkan di ruang-ruang yang tidak terlihat.

“Banyak kerja kami yang tidak tampak di permukaan. Kami hadir di ruang-ruang sunyi, di balik tangis yang tidak terdengar, di proses pemulihan yang panjang. Kami akan tetap di sana, karena di situlah arti sebenarnya dari perlindungan,” katanya pelan, namun penuh keyakinan.

Di akhir pernyataannya, Sarbudiono menegaskan garis sikap yang tidak menyisakan ruang abu-abu.

“Di Bangka Barat, tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan pada anak dan perempuan. Jika itu terjadi, negara harus hadir. Dan kami memastikan kehadiran itu bukan sekadar simbol, tetapi nyata, terasa dan berpihak,” tegasnya.

Kini, di bawah kepemimpinan Sarbudiono, Dinas P3AP2KB Bangka Barat tidak hanya bergerak sebagai lembaga, tetapi sebagai wajah negara yang hadir menyentuh, melindungi dan memulihkan.

Di tengah segala keterbatasan, satu hal menjadi pasti di Bangka Barat, perlindungan anak dan perempuan bukan sekadar program kerja. Ia sebagai janji yang dijaga dan keberanian yang terus dinyalakan. (b5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!