SUNGAILIAT, Berita5.co.id – Menjelang kelulusan dan memasuki dunia profesional, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Negeri Babel) membekali mahasiswa tingkat akhir dengan pengetahuan dan strategi menghadapi dunia kerja.
Kegiatan pembekalan persiapan kerja industri digelar Tim Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Polman Negeri Babel di Gedung Aula Polman Babel, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 321 mahasiswa dari jenjang Diploma III (D3) dan Sarjana Terapan (D4) mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Asrie Dyah, M.Ak., dan Ir. Dedy Ramdhani Harahap, M.Sc., (Eng).
Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Polman Negeri Babel, Harwadi, M.Ed., mengatakan pembekalan tersebut merupakan upaya kampus memberikan pemahaman kepada mahasiswa sebelum menghadapi proses rekrutmen di dunia industri.
“Mahasiswa perlu mengetahui sejak awal bagaimana membuat Curriculum Vitae sebagai bagian dari persiapan kerja. Pembekalan ini juga untuk membangun kepercayaan diri ketika menghadapi interview pekerjaan,” kata Harwadi.
Menurutnya, persiapan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari pengembangan karier mahasiswa. Salah satunya melalui campus hiring yang dapat dilakukan secara langsung maupun daring.
Sementara itu, Asrie Dyah memberikan materi mengenai pentingnya Curriculum Vitae (CV) dalam proses rekrutmen. Menurutnya, CV harus mampu menggambarkan kompetensi dan nilai yang dimiliki seseorang secara ringkas, jelas, serta sesuai dengan posisi pekerjaan yang dituju.
Asrie memperkenalkan rumus sederhana penyusunan CV efektif, yakni who, skill, proof, dan value. Mahasiswa juga diminta mencantumkan riwayat pendidikan, mata kuliah relevan, serta berbagai pengalaman yang dapat memperkuat profil mereka.
“Pengalaman juga perlu ditampilkan, seperti PKL atau magang, proyek kampus, organisasi, kompetisi, freelance maupun volunteering. Kemampuan technical skill dan soft skill juga harus dicantumkan,” jelasnya.
Ia menekankan, mahasiswa harus memahami kompetensi yang dimiliki, pengalaman proyek, serta bidang industri yang menjadi tujuan sebelum memilih pekerjaan.
“Dengan memahami kemampuan dan bidang yang dituju, mahasiswa dapat memilih peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi dan keahliannya,” tambah Asrie.












