Terlebih lagi, kata Rommy, konsumsi pemerintah yang tumbuh positif sebesar 14,58% (yoy), yang didorong oleh meningkatnya belanja pegawai sejalan dengan pembayaran gaji ke-14 (THR) untuk ASN dan Non ASN, termasuk adanya peningkatan belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/Pemerintah Daerah melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya itu saja, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,50% (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas investasi fisik, termasuk pembangunan SPPG dan KDMP serta pembelian kendaraan bermotor baru.
Merespon hal tersebut, pihaknya akan terus mengimplementasikan strategi Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui advisory dan berbagai upaya lainnya antara lain mendorong masuknya investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal yang didukung dengan Gerakan Wisata Bersih, mendorong implementasi Asta Cita untuk mewujudkan swasembada pangan, pemenuhan uang Rupiah hingga ke pelosok negeri, mengakselerasi UMKM masuk ke ekosistem digital dan global, serta mambangun ekosistem ekonomi syariah yang tepat.
Lebih lanjut, Rommy mengatakan, pihaknya juga terus mendorong transaksi digital menggunakan QRIS baik oleh pelaku usaha lokal maupun wisatawan asing melalui QR Cross Border, terlebih dengan telah tersedianya penerbangan internasional Scoot Airlines rute Tanjungpandan ke Singapura, yang diprakirakan akan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hal-hal tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dan taktis untuk memperkuat stabilitas, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkas Rommy. (*/b5)












