Berita

Pertumbuhan ekonomi Babel Yang Meningkat dan Tangguh pada Triwulan I 2026

26
×

Pertumbuhan ekonomi Babel Yang Meningkat dan Tangguh pada Triwulan I 2026

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, Berita5.co.id – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut bahwa ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 4,53% (yoy), tercatat pertumbuhan yang cukup tangguh di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian yang terjadi di global, serta moderasi perekonomian daerah yang masih terus berjalan.

Sama halnya dengan petumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 relatif konstan jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,54% (yoy).

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwiy dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

“Pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut secara sektoral terutama ditopang oleh kinerja Lapangan Usaha (LU) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 39,46% (yoy). Kondisi ini didorong oleh perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang meningkat signifikan dibandingkan triwulan I 2025, serta geliat ekonomi yang meningkat pada periode Ramadan, Idulfitri, dan Imlek tahun ini yang berlangsung berdekatan,” katanya mengutip rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, ia menjelaskan bahwa laju perekonomian juga didorong oleh kinerja positif LU Konstruksi sejalan dengan masifnya pembangunan SPPG dan KDMP, LU Pertanian seiring peningkatan produksi perikanan, tanaman pangan dan peternakan, serta LU Perdagangan seiring peningkatan perdagangan ritel modern dan lokal serta pembelian kendaraan baru.

Begitu juga dari sisi pengeluaran, menurut Rommy, laju perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditopang oleh seluruh komponen yang tumbuh positif. Konsumsi Rumah Tangga tetap tumbuh positif sebesar 3,88% (yoy) yang didorong oleh makin masifnya aktivitas SPPG dan KDMP juga turut berdampak terhadap masyarakat, yakni terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, yang mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *