JAKARTA, Berita5.co.id – Keluhan petani sawit Bangka Belitung terkait rendahnya harga tandan buah segar (TBS) mendapat perhatian serius dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Respons tersebut muncul setelah DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Babel melakukan audiensi dengan Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan yang diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, DPRD Babel menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani sawit, mulai dari anjloknya harga TBS hingga persoalan pupuk.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat merespons cepat aspirasi yang disampaikan. Bahkan, Menteri Pertanian dijadwalkan mengundang seluruh perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) se-Indonesia pada pekan depan untuk membahas persoalan yang terjadi di sektor sawit.
“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian memberikan respons yang sangat baik. Insya Allah minggu depan Menteri Pertanian akan mengundang seluruh perusahaan PKS se-Indonesia bersama aparat penegak hukum. Kami telah menyampaikan kondisi yang terjadi di Bangka Belitung, khususnya terkait harga sawit yang saat ini sangat memberatkan petani,” kata Didit.
Menurutnya, langkah yang diambil Kementerian Pertanian menjadi sinyal positif bagi upaya memperbaiki tata niaga sawit dan menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani.












