Bangka BaratBeritaHukumLaw&CrimeLingkunganLokalNews

Tiga Hari Menembus Belantara Sungai Butun: Di Mana Pria yang Pergi ke Kebun Itu?

84
×

Tiga Hari Menembus Belantara Sungai Butun: Di Mana Pria yang Pergi ke Kebun Itu?

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Tiga hari telah berlalu sejak seorang pria paruh baya meninggalkan rumahnya untuk menuju kebun di kawasan Sungai Butun, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Ia pergi seperti hari-hari sebelumnya.

Tidak ada laporan pertengkaran.

Tidak ada tanda-tanda yang dianggap mencurigakan.

Tidak ada firasat yang kemudian dapat menjelaskan apa yang terjadi sesudahnya.

Namun hingga Jumat (5/6/2026), lelaki berusia sekitar 55 hingga 58 tahun itu belum kembali.

Yang tersisa hanyalah kendaraan, peralatan kerja, jejak aktivitas terakhir dan sebuah pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab.

Di mana ia berada?

Pertanyaan itulah yang selama tiga hari terakhir membawa puluhan orang keluar masuk kawasan Sungai Butun.

Mereka datang dari berbagai latar belakang.

Ada personel Basarnas.

Ada anggota Polairud.

Ada polisi dari Polsek Kelapa.

Ada petugas BPBD.

Ada perangkat kecamatan dan pemerintah desa.

Ada pula nelayan dan warga yang mengenal sungai itu sejak kecil.

Mereka menyusuri tempat yang sama.

Mencari jawaban yang sama.

Namun hingga hari ketiga pencarian, misteri itu masih bertahan.

Bagi masyarakat sekitar, Sungai Butun bukan wilayah asing.

Namun bagi tim pencari, mengenal sebuah wilayah tidak selalu berarti mudah menelusurinya.

Komandan Pos SAR Mentok, Fajar Permana, mengatakan strategi pencarian masih difokuskan pada dua sektor utama kepada aliran sungai dan kawasan darat di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada.

“Untuk pencarian hari ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu penyisiran di aliran sungai dan penyisiran di pinggiran sungai maupun kawasan hutan. Jadi kami fokuskan menjadi dua sektor pencarian,” kata Fajar.

Di atas peta, strategi itu tampak sederhana.

Di lapangan, kenyataannya berbeda.

Vegetasi rapat menutup sebagian jalur sungai.

Tumbuhan liar membentuk dinding alami yang menyulitkan pergerakan perahu.

Pada beberapa titik, personel pencarian harus memutar cukup jauh hanya untuk mencapai lokasi yang secara garis lurus terlihat dekat.

“Salah satu kendala terbesar adalah akses sungainya sendiri. Banyak tumbuhan yang menghalangi jalur penyisiran sehingga kami harus memutar melalui Jembatan Sungai Butun untuk menjangkau area tertentu,” ujar Fajar.

Hambatan itu membuat setiap meter penyisiran membutuhkan waktu lebih panjang dibanding yang terlihat.

Di beberapa lokasi, tim bahkan harus memastikan jalur aman terlebih dahulu sebelum melanjutkan pencarian.

Karena di medan seperti ini, keselamatan petugas menjadi bagian penting dari operasi.

Dalam operasi pencarian orang hilang, waktu sering kali menjadi variabel yang paling menentukan.

Semakin lama seseorang tidak ditemukan, semakin besar area yang harus diperiksa.

Semakin banyak kemungkinan yang harus dipertimbangkan.

Karena itu, hari ketiga bukan sekadar penanda waktu.

Hari ketiga sebagai fase ketika seluruh sumber daya harus bekerja lebih sistematis.

Setiap informasi diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!