Berita

Nama Redi Muncul dalam Penggerebekan Peleburan Timah Ilegal di Desa Cit, Mengapa Tidak Ditangkap?

284
×

Nama Redi Muncul dalam Penggerebekan Peleburan Timah Ilegal di Desa Cit, Mengapa Tidak Ditangkap?

Sebarkan artikel ini

Foto hanyalah ilustrasi penguat narasi berita. (Ist)

 

Penulis: RADAK01

RIAUSILIP, Berita5.co.id — Penggerebekan tempat peleburan biji timah ilegal di Desa Kampung Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Rabu (11/2/2026), menyisakan pertanyaan lebih besar daripada sekadar penangkapan tiga pekerja lapangan.

Di lokasi yang berada di belakang rumah seorang warga bernama Akong, tim Satgas menemukan sekitar 200 kilogram pasir timah serta tiga balok timah seberat total 45 kilogram yang baru dicetak. Tiga orang pekerja yakni Soni, Ari, dan Iwan diamankan.

Namun dalam pemeriksaan awal di lokasi, ketiganya menyebut satu nama yang diduga sebagai pemilik pasir timah.

Dia adalah Redi, warga Pangkalpinang.

“Kami cuma pekerja. Pemiliknya Redi, warga Pangkal Pinang,” ujar salah satu pekerja.

Sejak saat itu, nama Redi menjadi simpul penting dalam kasus ini.

Tetapi hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penangkapan atau pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Kok Hanya Pekerja yang Diamankan

Berdasarkan informasi di lapangan, aktivitas peleburan tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan, meski tidak setiap hari.

Proses peleburan dilakukan ketika ada pasokan pasir timah yang datang.

Pola ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bukan insidental.

Ada alur pasokan, ada pemilik barang, dan ada tujuan distribusi akhir.

Peleburan merupakan tahap strategis dalam rantai bisnis timah ilegal — mengubah pasir mentah menjadi balok siap jual.

Dalam berbagai kasus serupa di Bangka Belitung, pekerja lapangan kerap menjadi pihak pertama yang diamankan.

Namun aktor pemodal dan pemilik barang sering kali tidak tersentuh.

Dugaan Beking dan Jejak Lama

Sejumlah sumber di Pangkalpinang yang enggan disebutkan namanya menyebut nama Redi bukan sosok baru dalam lingkaran bisnis timah non-prosedural.

Ia disebut-sebut memiliki jaringan pasokan dan relasi luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!