Berita

Nama Pian dan Jejak Peredaran Solar Ilegal di Belitung

557
×

Nama Pian dan Jejak Peredaran Solar Ilegal di Belitung

Sebarkan artikel ini

Foto ilustrasi (ist)

 

Laporan: Radakbabel

Editor: Bangdoi Ahada
BELITUNG, Berita5.co.id — Nama Pian mencuat ke permukaan setelah laporan investigasi tentang peredaran solar ilegal di Pulau Belitung menjadi viral.

Ia disebut-sebut sebagai pemain besar dalam distribusi BBM solar illegal.

Setelah lama bungkam dan enggan menjawab konfirmasi, Pian akhirnya angkat bicara—namun bantahannya justru menyisakan lebih banyak pertanyaan.

Sebelumnya, saat dihubungi tim investigasi Radakbabel pada Minggu pagi, 18 Januari 2025, Pian tak memberikan jawaban langsung.

Ia meminta seorang bernama Candra, alias Cacan, untuk mewakilinya.

Baru setelah berita beredar luas, Pian menyampaikan klarifikasi.

Ia menepis tudingan bahwa kapal-kapal yang dikaitkan dengannya melakukan aktivitas ilegal, termasuk kapal yang disebut kerap bersandar di Dermaga Polairud Belitung.

“Sejauh pengetahuan saya, kapal yang sandar di Polairud itu untuk pengantaran BBM ke pulau-pulau. Bisa juga dari Membalong, tidak selalu dari Polairud,” kata Pian.

Menurutnya, kebutuhan pembangkit listrik di pulau-pulau berpenduduk membuat kapal tidak mungkin menetap di satu dermaga.

Pian juga membantah keras dugaan bahwa solar yang beredar berasal dari praktik “kencingan” tanker—istilah yang di kalangan pelaut merujuk pada pengeluaran solar secara ilegal dari kapal besar di tengah laut.

“Tudingan itu tidak sesuai fakta. Saya tidak pernah terlibat,” ujarnya.

Ia mengklaim seluruh aktivitas usahanya selalu mengikuti ketentuan yang berlaku.

Bantahan serupa ia sampaikan terhadap tuduhan penyaluran solar ke SPBU dan SPBN di Belitung.

“Itu tidak benar. Saya tidak pernah menjual atau menyalurkan solar ke SPBU maupun SPBN,” kata Pian.

Ia juga menolak disebut memasok BBM kepada penambang timah ilegal, baik di darat maupun di laut.

Tuduhan bahwa praktik tersebut berlangsung lebih dari lima tahun, menurutnya, perlu dipertanyakan ulang.

Namun, klarifikasi itu belum menutup lubang besar dalam persoalan ini.

Jaringan Illegal yang Terlihat Terang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!