Laporan : Belva
MENTOK, Berita5.co.id — Cabang perlombaan kaligrafi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XIV Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar di SMAN 1 Mentok menjadi sorotan, usai menampilkan perpaduan tradisi penulisan mushaf secara manual hingga inovasi digital pertama kalinya di Babel. Ketua Majelis Kaligrafi MTQH, Po Adi Jamain, mengatakan bahwa lomba kaligrafi bukan sekadar kompetisi seni, melainkan strategi memperkenalkan generasi baru pada akar penulisan Al-Qur’an yang benar.
“Untuk kaligrafi bagi generasi kita ke depan, itu diharapkan supaya generasi kita mengenal lebih dalam tentang penulisan Al-Qur’an. Karena fokus utama dalam kaligrafi adalah penulisan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Menurut data panitia, lomba kaligrafi pada MTQH tahun ini dibagi menjadi lima cabang: naskah, dekorasi, hiasan mushaf, kontemporer, serta cabang digital yang tahun ini untuk pertama kalinya digelar pada level provinsi di Kepulauan Bangka Belitung.

Po Adi Jamain menyebut seluruh kabupaten dan kota menyerahkan perwakilan di cabang kaligrafi, meski terdapat satu kekurangan peserta di kategori putri dari Belitung Timur. Sementara peserta lain, termasuk dari Bangka Barat selaku tuan rumah, tampil dengan penuh keseriusan dan antusias.
Kaligrafi Digital: Tradisi Lama Memasuki Ruang Baru Yang paling menarik perhatian adalah cabang digital: sebuah teknologi baru dalam kompetisi kaligrafi MTQH Babel. Meski berbasis perangkat laptop, Po Adi menjelaskan bahwa kaidah manual tetap wajib dipenuhi. Peserta harus mengerjakan karya awal di kertas, kemudian dipindahkan dan difinalisasi secara digital.












