Bangka BaratBeritaBudayaCSREdukasiEkonomiKulinerLokalNewsPemerintahan

Markus Menguatkan Harapan: Mentok Food Festival Menjadi Ruang Tumbuh UMKM Bangka Barat

67
×

Markus Menguatkan Harapan: Mentok Food Festival Menjadi Ruang Tumbuh UMKM Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

Laporan: Belva Al Akhab, Satrio, dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Seorang kepala daerah dapat memilih menutup sebuah festival dengan pidato seremonial. Namun, di Mentok Food Festival 2026, Bupati Bangka Barat Markus memilih cara berbeda. Sebelum naik ke panggung utama pada malam penutupan, Minggu (21/6/2026), ia berjalan perlahan menyusuri lorong-lorong tenda UMKM, berhenti di setiap lapak, berbincang dengan pedagang, mencicipi produk lokal dan mendengarkan langsung cerita mereka tentang lima hari perputaran ekonomi yang tercipta di Lapangan Golf Mentok. Festival tersebut menjadi ruang promosi UMKM sekaligus hiburan masyarakat dan ditutup dengan kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersama ribuan pengunjung.

Pemandangan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perhatian seorang pemimpin yang hadir di tengah aktivitas mereka memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar seremoni penutupan.

Mentok Food Festival bukan hanya berakhir dengan gemerlap lampu panggung dan hiburan musik. Festival ini meninggalkan jejak tentang bagaimana ruang publik mampu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Selama lima hari pelaksanaan, kawasan Lapangan Golf Mentok berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ratusan stan kuliner dan produk lokal dipadati pengunjung dari berbagai wilayah Bangka Barat. Anak-anak bermain, keluarga menikmati kuliner, komunitas lokal tampil di atas panggung, sementara pelaku UMKM melayani pembeli yang datang silih berganti.

Bagi sebagian pedagang, festival ini bukan sekadar kesempatan berjualan.

Ia menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pelanggan, sekaligus menguji daya saing usaha kecil di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal.

Fenomena tersebut sejalan dengan konsep pengembangan ekonomi kreatif yang menempatkan festival sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah. Festival tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga meningkatkan mobilitas pengunjung, memperluas pasar UMKM, dan memperkuat identitas lokal melalui kuliner, seni dan budaya.

Di sela kunjungannya, Markus tidak hanya menyapa pedagang.

Ia bertanya mengenai penjualan, mendengarkan keluhan, sekaligus menerima masukan mengenai penyelenggaraan festival.

Bagi pelaku UMKM, momen itu menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi di atas laporan, tetapi juga memahami cerita di balik setiap lapak sederhana.

Siti (42), salah seorang pelaku UMKM kuliner, mengaku merasa dihargai ketika Bupati menyempatkan diri mendatangi tempat usahanya.

“Beliau datang, menyapa kami, bertanya bagaimana jualan selama festival. Bagi kami itu sederhana, tetapi sangat berarti. Kami merasa pemerintah benar-benar hadir melihat kondisi kami secara langsung,” katanya.

Hal serupa disampaikan Rudi (38), pedagang minuman lokal.

“Ramai pembeli selama festival. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kalau pemerintah terus mendukung, UMKM tentu semakin semangat berkembang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!