BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Malam semakin larut di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Di tengah aktivitas kendaraan yang bersiap menyeberang, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat justru memperketat pengawasan.
Kamis (1/10/2026), mulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga selesai, petugas menyisir kendaraan yang akan menggunakan jasa penyeberangan. Bukan sekadar melihat kendaraan yang keluar-masuk, polisi mencermati muatan, memeriksa dokumen hingga menanyakan asal dan tujuan barang yang dibawa.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya kepolisian menutup celah penyelundupan komoditas timah melalui jalur pelabuhan.
Setiap kendaraan yang diperiksa menjadi bagian dari rangkaian pengawasan. Petugas mencocokkan nomor kendaraan dengan dokumen yang dibawa, memeriksa surat-surat muatan serta mencermati dokumen perjalanan kapal, termasuk manifest.
Pengecekan juga dilakukan di loket untuk mengetahui berat kendaraan yang akan menyeberang. Sopir diminta menjelaskan barang yang dibawa, dari mana barang tersebut berasal dan ke mana akan dikirim.
Pemeriksaan dilakukan secara berlapis untuk memastikan antara kendaraan, muatan dan dokumen memiliki kesesuaian.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, pengawasan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai bentuk penyelundupan melalui jalur pelabuhan.
“Personel melakukan pemeriksaan kendaraan, muatan, dokumen serta menanyakan asal dan tujuan barang yang dibawa. Hal ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah adanya penyelundupan timah melalui jalur pelabuhan,” kata Yos, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada jenis barang yang dibawa, tetapi juga kelengkapan administrasi dan kejelasan asal-usul serta tujuan pengiriman.












