BangkaBeritaLingkunganLokalPemerintahan

Malam Berpacu dengan Waktu di Bukit Maras, Tim SAR Gabungan Berjuang Temukan Empat Remaja yang Tersesat

69
×

Malam Berpacu dengan Waktu di Bukit Maras, Tim SAR Gabungan Berjuang Temukan Empat Remaja yang Tersesat

Sebarkan artikel ini

BANGKA, Berita5.co.id – Gelap malam mulai menyelimuti kawasan Bukit Maras, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, ketika langkah-langkah cepat para personel penyelamat memecah kesunyian hutan. Dengan sorot lampu penerangan, perangkat komunikasi, hingga drone thermal, Tim SAR Gabungan bergerak menembus lebatnya vegetasi demi satu tujuan untuk menemukan empat remaja yang dilaporkan tersesat usai mendaki menuju Air Terjun Maruyan, Minggu (28/6/2026).

Empat remaja tersebut diketahui bernama Puma (17), Nabil (16), Keanu (17), dan Aufa (16). Mereka memulai pendakian sekitar pukul 10.00 WIB dengan niat menikmati keindahan alam Bukit Maras. Namun perjalanan yang semula menjadi wisata petualangan berubah menjadi situasi darurat setelah mereka kehilangan orientasi di tengah hutan.

Berjam-jam berusaha mencari jalan pulang, keempatnya memutuskan mengikuti aliran sungai dengan harapan menemukan jalur keluar. Upaya itu justru menguras tenaga karena medan yang berat dan rimbunnya kawasan hutan.

Saat kondisi fisik semakin melemah dan jalan keluar tak kunjung ditemukan, salah seorang dari mereka, Puma, akhirnya menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang untuk meminta bantuan.

Laporan tersebut langsung direspons cepat. Tim Rescue Kantor SAR Pangkalpinang diberangkatkan pada pukul 20.56 WIB menuju lokasi yang berjarak sekitar 72 kilometer. Sesampainya di kaki Bukit Maras menjelang tengah malam, seluruh unsur SAR gabungan segera menggelar koordinasi dan briefing taktis sebelum memulai penyisiran.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan strategi pencarian difokuskan pada jalur vegetasi di sepanjang aliran sungai, berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari para korban.

“Para rescuer saat ini sudah berada di posko lapangan dan selesai melaksanakan koordinasi serta briefing taktis dengan seluruh unsur gabungan. Mengingat para korban sempat berinisiatif mengikuti aliran arus sungai, para rescuer akan memprioritaskan penyisiran di sepanjang jalur vegetasi sungai tersebut,” ujar Mikel, Minggu (28/6/2026) malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!