Bangka BaratBudayaHiburanLokalNewsPemerintahan

Lautan Merah Putih Mengalir di Air Belo, Ribuan Warga Hidupkan Semangat Kemerdekaan dalam Langkah Kebersamaan

×

Lautan Merah Putih Mengalir di Air Belo, Ribuan Warga Hidupkan Semangat Kemerdekaan dalam Langkah Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id – Matahari pagi baru saja menyinari Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, Sabtu (1/8/2026). Namun denyut kehidupan di desa pesisir itu telah lebih dulu bergema. Dari berbagai penjuru kampung, masyarakat mulai berdatangan mengenakan pakaian olahraga bernuansa merah putih. Anak-anak berlarian kecil sambil menggenggam kupon undian, para ibu berjalan beriringan mengenakan kerudung warna-warni, sementara kaum bapak dan pemuda sibuk mengatur barisan peserta.

Tidak butuh waktu lama, ruas jalan utama Air Belo berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga berjalan bersama menyusuri jalan desa yang membelah kawasan permukiman dan perkebunan kelapa. Dari kejauhan, barisan peserta tampak mengular hingga ratusan meter, menciptakan pemandangan yang menggambarkan begitu besarnya antusiasme masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Tidak hanya sekadar olahraga, jalan santai berhadiah yang digelar Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Air Belo menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat. Langkah kaki ribuan warga pagi itu seolah menjadi metafora perjalanan bangsa Indonesia yang dibangun melalui kebersamaan, persatuan dan gotong royong.

Di sepanjang rute, senyum terus menghiasi wajah para peserta. Anak-anak tampak riang berlari kecil mendahului orang tuanya. Sejumlah lansia pun tetap bersemangat mengikuti kegiatan hingga garis akhir. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, karena bagi mereka, inilah salah satu peristiwa yang selalu dinanti setiap bulan Agustus.

Sesampainya di lokasi finish, suasana semakin semarak. Alunan musik dari Ceria Music Entertainment menggema dari atas panggung utama yang dihiasi ornamen merah putih. Lagu-lagu nasional hingga hiburan rakyat mengiringi kegembiraan masyarakat yang memadati area acara.

Satu demi satu nomor undian dibacakan. Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar setiap kali nama pemenang diumumkan. Berbagai hadiah menarik mulai dari perlengkapan elektronik, peralatan rumah tangga, hingga hadiah hiburan diserahkan langsung kepada peserta yang beruntung.

Kebahagiaan paling sederhana justru tampak dari wajah anak-anak. Mereka naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia. Ada yang berhasil membawa pulang hadiah, ada pula yang hanya membawa tawa. Namun tidak satu pun pulang dengan wajah kecewa, sebab suasana kekeluargaan jauh lebih berharga dibandingkan hadiah itu sendiri.

Di sudut lain panggung, para ibu yang mengikuti jalan santai menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi dari panitia. Wajah-wajah bahagia mereka menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya milik generasi muda, melainkan ruang kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di balik kemeriahan itu, ada kerja panjang yang dilakukan Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Air Belo.

Ketua PHBN Desa Air Belo, Tommy Armen, mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

” Alhamdulillah, masyarakat Air Belo kembali menunjukkan semangat luar biasa. Jalan santai tahun ini diikuti ribuan peserta. Ini menjadi bukti bahwa kecintaan masyarakat terhadap Hari Kemerdekaan Republik Indonesia masih sangat kuat. Kami sebagai panitia merasa bangga bisa menjadi bagian dari kebersamaan ini,” ujar Tommy, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, kesuksesan kegiatan tersebut bukan semata hasil kerja panitia, tetapi lahir dari kekompakan seluruh masyarakat yang sejak awal ikut bergotong royong menyukseskan acara.

Ia mengatakan, PHBN sengaja merancang peringatan HUT RI bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi pesta rakyat yang mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.

” Kami ingin bulan Agustus menjadi bulan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Semua harus ikut menikmati, mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu, hingga orang tua. Kemerdekaan harus dirayakan bersama-sama karena perjuangan para pahlawan juga diperjuangkan untuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Tommy menjelaskan, jalan santai hanyalah pembuka dari rangkaian panjang kegiatan yang telah disusun PHBN sepanjang bulan Agustus.

Berbagai perlombaan akan segera digelar, mulai dari turnamen sepak bola, Karaoke Dangdut Air Belo (KDA), pertandingan gaple, permainan tradisional, hingga berbagai lomba khas perayaan kemerdekaan yang melibatkan seluruh dusun di Desa Air Belo.

Bahkan, pada malam hari setelah kegiatan jalan santai selesai, panitia langsung menggelar technical meeting untuk mempersiapkan pelaksanaan turnamen gaple dan sepak bola. Langkah itu dilakukan agar seluruh agenda berjalan tertib, sportif dan mampu menjadi hiburan bagi masyarakat.

” Kami ingin setiap kegiatan memiliki nilai kebersamaan. Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah masyarakat berkumpul, saling mengenal, mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan desa,” tutur Tommy.

Sebagai Ketua PHBN, Tommy menilai peringatan Hari Kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar perlombaan.

Menurutnya, bulan Agustus merupakan momentum mengingat kembali bagaimana para pahlawan mempertaruhkan jiwa dan raga demi menghadirkan kemerdekaan yang kini dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab berbeda, yakni mengisi kemerdekaan melalui persatuan, kerja sama, kepedulian sosial dan semangat membangun desa.

” Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini kita mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan. Gotong royong, saling membantu, menjaga keamanan desa dan membangun kebersamaan adalah bentuk perjuangan yang harus terus kita hidupkan,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT RI tahun ini mampu menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda agar memahami bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil pengorbanan para pendahulu bangsa.

” Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Lewat kegiatan seperti ini mereka belajar tentang kebersamaan, sportivitas, disiplin dan rasa cinta kepada tanah air,” katanya.

Lebih jauh, Tommy berharap semangat yang lahir dari perayaan HUT RI dapat menjadi energi positif dalam membangun Desa Air Belo.

Menurutnya, desa yang maju bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya persaudaraan antar warga.

” Kalau masyarakat kompak, saling mendukung, dan memiliki rasa memiliki terhadap desa, maka pembangunan akan jauh lebih mudah diwujudkan. Itulah yang ingin terus kami bangun melalui setiap kegiatan PHBN,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Air Belo akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Jalan santai yang dipenuhi ribuan peserta, tawa anak-anak di atas panggung, senyum para ibu saat menerima bingkisan, musik yang menghidupkan suasana, hingga kerja keras panitia di balik layar menjadi mozaik kebersamaan yang memperlihatkan wajah Indonesia sesungguhnya.

Di Air Belo, kemerdekaan tidak hanya dikenang melalui upacara dan pengibaran bendera. Ia hidup dalam langkah kaki ribuan warga yang berjalan bersama, dalam semangat gotong royong yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dan dalam tekad untuk terus membangun desa sebagai bagian dari mengisi kemerdekaan.

Ketika Merah Putih berkibar di atas panggung rakyat dan gema lagu-lagu perjuangan menyatu dengan tawa masyarakat, Air Belo telah menunjukkan bahwa semangat 17 Agustus bukan sekadar warisan sejarah. Ia sebagai napas kebangsaan yang terus dijaga, dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga makna kemerdekaan tetap hidup di setiap sudut desa dan di setiap hati warganya. (B5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!