Berita

Laut Tembelok Kembali Bergejolak, Tak Berizin Tapi Tetap Dibiarkan oleh APH

157
×

Laut Tembelok Kembali Bergejolak, Tak Berizin Tapi Tetap Dibiarkan oleh APH

Sebarkan artikel ini
Aktivitas tambang di Perairan Tembelok di Kecamatan Mendok Kabupaten Bangka Bart Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (ist)

Para preman ini, yang dikenal sebagai “penyanting,” kerap kali memeras para penambang yang bekerja di ponton-ponton yang sedang beraktivitas.

Kondisi ini tidak hanya meresahkan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

“Kami takut, ponton ini sudah terlalu padat. Kalau ada apa-apa, bisa celaka semua orang yang ada di ponton,” lanjut penambang tersebut.

Selain masalah premanisme, para penambang juga mengeluhkan tentang pembagian hasil yang tidak adil.

Menurut pengakuan mereka, panitia penambangan hanya mengambil 25% dari hasil, sementara sisanya dijual bebas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan tambang.

Kembalinya aktivitas penambangan di Laut Tembelok ini menjadi sorotan penting.

Di satu sisi, ada harapan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

Namun, di sisi lain, masalah premanisme dan transparansi pengelolaan tambang harus segera diatasi agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.

Tembelok ya Tembelok, kisahmu selalu menyayat hati dan perasaan. (b5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *