Babel hari iniBangka BelitungBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPemerintahan

Ketua PkM Helda Susianti Dorong Pemanfaatan Limbah Nanas Jadi Pupuk Organik Cair untuk Perkuat Ekonomi Desa Air Duren

117
×

Ketua PkM Helda Susianti Dorong Pemanfaatan Limbah Nanas Jadi Pupuk Organik Cair untuk Perkuat Ekonomi Desa Air Duren

Sebarkan artikel ini

BANGKA, Berita5.co.id – Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah nanas menjadi pupuk organik cair (POC) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Program yang dilaksanakan pada 13 Juni 2026 tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen Polman Babel yang terdiri dari Helda Susianti, S.P., M.P., Dora Palupi, S.P., M.P., Tri Agusti Farma, S.Pd., M.Kom., Nur Khasanah, S.P., M.Si., serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Al Furqon, A.Md.T. dan Rifki Pramulia Adha, S.Tp. Kegiatan juga didukung mahasiswa Amanda Saputri dan Muhamad Dikko Mulia Saputra.

Ketua Pelaksana PkM, Helda Susianti, S.P., M.P., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya anggota KWT Mekar Sari.

“Melalui sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan produksi pupuk organik cair berbasis limbah nanas, anggota KWT memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan baru dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna,” kata Helda saat ditemui, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, limbah nanas yang selama ini hanya menjadi sisa produksi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Anggota KWT Mekar Sari menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempelajari dan menerapkan teknologi sederhana berbasis potensi lokal. Ini menjadi modal penting untuk pengembangan usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Helda menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memberikan dukungan teknologi tepat guna untuk menunjang proses produksi.

“Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyediakan teknologi pendukung berupa mesin pencacah limbah nanas, mesin penghalus, tong komposter POC, alat ukur pH, TDS dan EC, timbangan digital antiair, etalase produk POC, serta berbagai bahan baku dan komponen pendukung produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan teknologi tepat guna di tingkat masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Model Cycling Zero Waste limbah nanas yang kami perkenalkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Air Duren,” tambah Helda.

Sementara itu, Ketua KWT Mekar Sari, Hj. Mariani, S.Pd., mengaku pendampingan yang diberikan tim Polman Babel telah membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah nanas.

“Kami mendapatkan ilmu pengetahuan tentang bagaimana limbah nanas dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dari luar desa,” ungkap Mariani.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim dosen Polman Babel yang telah mendampingi kelompoknya mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen Polman Babel yang telah memberikan pendampingan, mulai dari aspek pengembangan produksi, pengemasan, hingga pemasaran pupuk organik cair yang dilakukan KWT Mekar Sari,” tutupnya. (*/B5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!