Oleh: Tim
MENTOK, Berita5.co.id — Kasus pemukulan kepada salah seorang Wartawan yang juga berprofesi Paralegal di Mentok yang kejadiannya pekan lalu berujung laporan ke Polisi.
Polres Bangka Barat berupaya profesional menangani dan kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Pelaku sudah dipanggil dan beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan.
Bahkan gelar perkara terhadap kasus ini pun sudah dilakukan.
“…Sudah diambil keterangannya, siang ini kami mau gelar perkara,” ujar salah seorang seorang Penyidik Polres Bangka Barat, dikonfirmasi terkait perkembangan laporan tersebut, Rabu, (17/12/2025).
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menegaskan, pihaknya menangani dengan baik setiap perkara yang masuk.
“Setiap perkara apapun yang masuk, baik di Polres atau Polsek pasti ditangani dengan baik,” kata Kapolres melalui pesan WA nya saat dikonfirmasi awak media, terkait laporan pengaduan yang dibuat korban, Senin, (15/12/2025).
Kasus penganiayaan tersebut terjadi, Sabtu, (13/12/2025), sekitar pukul 09.50 WIB.
Korban bernama Rudy yang merupakan Wartawan serta berprofesi Paralegal tiba-tiba diserang oleh Gunawan alias Gunawan Akar Bahar warga Jalan Balai Kampung Tegal Rejo Kelurahan Sungai Baru, Mentok.
Peristiwa itu terjadi di Kafe Kopitiam di Jalan Lorong 3 Kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok.
Korban saat itu baru saja memarkirkan sepeda motornya dan bergegas masuk kafe untuk memesan segelas kopi.
Pelaku Gunawan diduga sudah menunggu di Kafe.
Melihat korban, Pelaku dengan tatapan mata melotot tiba-tiba langsung beranjak dari kursi duduknya, berdiri dan mendekati korban sambil ngomong ,” Ka (kamu) ngomong ape kemarin,”.
Sempat terjadi cekcok, Pelaku kemudian membabi buta menyerang Korban dengan pukulan tangan kosong yang disaksikan banyak pengunjung kafe.
Saat dipukul korban hanya bisa mengelak.
Namun dari beberapa pukulan tersebut dua pukulan sempat mengenai tulang rusuk sebelah kiri korban sehingga menyebabkan korban sulit bernafas.
Insiden pemukulan tersebut sempat dilerai beberapa orang di kafe yang menyaksikan kejadian hingga aksi penyerangan tersebut berhenti.
Beberapa saat usai memukul korban, Pelaku masih sempat duduk lalu membayar kopinya ke kasir dan meninggalkan kafe.
Sementara korban memegang dadanya menahan nyeri di bagian rusuk sebelah kiri.
“Kamu sebenarnya sudah ditandai nya (Pelaku,red) dari tadi, ” ujar seorang saksi mata kepada Korban yang sebelum insiden pemukulan saksi tersebut sempat duduk satu meja dengan Pelaku.












