Bangka BaratLokalNewsPemerintahan

H.Badri Syamsu dan Usia Ke-23 Bangka Barat: Menjaga Kepercayaan Rakyat di Tengah Tantangan Pembangunan

71
×

H.Badri Syamsu dan Usia Ke-23 Bangka Barat: Menjaga Kepercayaan Rakyat di Tengah Tantangan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Di tengah suasana formal rapat paripurna Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Bangka Barat di Gedung Mahligai Betason II DPRD Bangka Barat, Senin (25/05/2026), ada satu pesan yang terus diulang oleh Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat H. Badri Syamsu tentang pembangunan daerah tidak boleh menjadi beban pemerintah semata.

Di hadapan tamu undangan, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga para pejabat daerah, Badri Syamsu berbicara tentang pentingnya kebersamaan dalam menjaga masa depan Bangka Barat. Bagi dia, usia ke-23 Kabupaten Bangka Barat bukan hanya angka perjalanan administratif sebuah daerah pemekaran, melainkan titik penting untuk meneguhkan arah pembangunan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun Bangka Barat. Karena siapa lagi yang akan membangun daerah ini ke depan kalau bukan kita semua,” ujarnya usai sidang paripurna.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Namun di tengah situasi pembangunan daerah yang semakin kompleks, kalimat tersebut menjadi penegasan tentang citra kepemimpinan yang ingin dibangun Ketua DPRD Bangka Barat bahwa kepemimpinan yang menempatkan pembangunan sebagai kerja kolektif, bukan sekadar proyek kekuasaan.

Di usia ke-23, Bangka Barat memang sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pertumbuhan ekonomi yang melambat, kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tuntutan pemerataan pembangunan menjadi persoalan yang terus menghantui daerah di pesisir barat Pulau Bangka itu.

Karena itu, peringatan ulang tahun daerah tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Di balik pidato resmi dan tepuk tangan paripurna, ada kegelisahan yang sesungguhnya sedang dirasakan masyarakat, apakah pembangunan benar-benar sudah menyentuh seluruh lapisan?

Badri Syamsu tampaknya memahami keresahan itu. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa DPRD berharap Bangka Barat mampu tumbuh menjadi daerah yang lebih maju dan berkembang di berbagai sektor, sejalan dengan visi pembangunan pemerintah daerah.

“Kami berharap Bangka Barat ke depan semakin maju, semakin berkembang, dan mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Narasi itu memperlihatkan bagaimana momentum Hari Jadi Bangka Barat ke-23 digunakan bukan hanya sebagai ruang perayaan, tetapi juga sebagai panggung membangun optimisme publik terhadap masa depan daerah.

Sebab dalam konteks daerah pemekaran seperti Bangka Barat, pembangunan bukan sekadar soal berdirinya gedung atau panjangnya jalan yang dibangun. Pembangunan adalah tentang bagaimana masyarakat merasa dilibatkan, didengar dan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama daerahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!