Laporan: Dedi
Editor: Bangdoi Ahada
BANGKATENGAH, Berita5.co.id — Polemik gudang LPG yang diduga milik pengusaha berinisial Men Kiong dan koleganya kian mengundang tanda tanya.
Di tengah sulitnya akses verifikasi izin, muncul reaksi tak terduga dari pengurus showroom mobil yang lokasinya berdekatan dengan gudang tersebut.
Kepanikan yang diperlihatkan sang pengurus showroom justru menambah daftar kejanggalan di sekitar aktivitas gudang serta perizinan sejumlah bangunan di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Perizinan PTSP, Aldo, mengakui pihaknya telah turun langsung ke lokasi gudang LPG. Namun upaya pengecekan tak membuahkan hasil.
“Kami sudah ke lokasi gudang LPG, dak pacak masok. Pintu terkunci, dak pacak ngecek ape lah, dak de hasil,” ujarnya.
“Kami juga bingung gimana mau ngecek, pintu terkunci dan tidak ada tanda petunjuk seperti plang perusahaan belum terpasang.”
Kondisi tanpa papan nama perusahaan memperkuat kesan aktivitas yang minim keterbukaan. PTSP bahkan mengaku kesulitan menentukan alamat korespondensi resmi.
“Rencana kami akan melayangkan surat, tapi kami juga bingung alamat yang akan dituju. Senin jam kerja kami akan koordinasi lagi,” tambahnya.
Aktivitas Terlihat, Akses Tertutup
Ironisnya, saat pintu gudang terkunci rapat, aktivitas di sekitar lokasi justru terpantau berjalan.
Sabtu (21/2/2026), media menerima informasi adanya kegiatan penyedotan dan penimbunan pasir ke area gudang LPG tersebut.
Ketika dilakukan pengecekan lapangan, gudang memang dalam keadaan tertutup. Namun terlihat dua truk dam bermuatan pasir berada di belakang bangunan.
Situasi cukup ramai, sehingga media ini memilih tidak mendekat demi menghindari potensi gesekan di lapangan.
Pertanyaannya, jika izin dan legalitasnya jelas, mengapa akses pengawasan publik maupun pemerintah terkesan dipersulit?
Showroom di Sebelah Gudang: Mengapa Ikut Gelisah?
Di tengah upaya konfirmasi soal gudang LPG, perhatian beralih ke bangunan usaha lain yang berada tak jauh dari lokasi, yakni sebuah showroom mobil.
Saat media ini mencoba meminta tanggapan ringan terkait aktivitas gudang di sebelahnya, reaksi pemilik showroom justru meledak.
Baru satu pertanyaan diajukan, sang pengurus langsung balik menyerang.
“Ape hak ikak media nanyakan IMB? Emang ikak media tu punya hak untuk nanyakan IMB gawe orang?” cetusnya dengan nada tinggi.
Ia bahkan melontarkan analogi yang menyiratkan kecurigaan terhadap pemberitaan.












