Berita

Tambang Illegal di DAS Jada Bahrin Kembali Membara: APH tak Bisa Diharapkan, Warga Berdoa Semoga Banyak Korban Seperti di Pondi?

514
×

Tambang Illegal di DAS Jada Bahrin Kembali Membara: APH tak Bisa Diharapkan, Warga Berdoa Semoga Banyak Korban Seperti di Pondi?

Sebarkan artikel ini

Foto hanyalah ilustrasi pelengkap berita. (AI/IST)

Editor: Bangdoi Ahada

BANGKA, Berita5.co.id – Aktivitas tambang timah ilegal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, kembali membara.

Padahal belum lama ini, tim gabungan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung turun langsung melakukan penertiban atas perintah Kapolda Babel Viktor T Sihombing.

Penertiban itu digembar-gemborkan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem sungai dan merespons keresahan masyarakat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan ironi, aktivitas tambang hanya berhenti sekitar dua pekan.

DAS Jada Bahrin Digasak Tambang Ilegal, Kades Minta Polda dan Pemda Bangka Stop Selamanya, Jangan Anget-anget Tai Ayam

Setelah itu, mesin-mesin kembali meraung, para pekerja kembali turun ke sungai.

Bahkan disebut beroperasi siang dan malam secara sembunyi-sembunyi.

“Kalo tu biasalah Bang. Penertiban lalu itu hanya serimonial bailah. Jangan dianggap dakde action APH. Sudah tu dibelakang lah bentuk pantia baru ulik. Suat ne payah cari APH yang amanah Bang,” ujar Ton, warga sekitar sembari tertawa.

Penertiban Hanya Seremonial?

Kembalinya aktivitas tambang ilegal dalam waktu singkat di DAS Jada Bahrin memunculkan pertanyaan mendasar, apakah penertiban sebelumnya hanya bersifat seremonial?

Jika operasi dilakukan atas perintah langsung Kapolda, mengapa pengawasan lanjutan begitu lemah?

Carut Marut Tambang Ilegal TI Rajuk dan Sebu-Sebu di Jadah Bahrin–Limbung: Hutan Digilas, DAS Rusak, Wartawan Diintimidasi

Mengapa hanya dalam hitungan minggu, lokasi yang sama bisa kembali aktif?

Apakah tidak ada patroli rutin? Tidak ada pemasangan garis pengawasan? Tidak ada efek jera?

Situasi ini memperlihatkan pola klasik dalam penanganan tambang ilegal di Bangka Belitung, ditindak saat ramai sorotan, lalu meredup ketika perhatian publik menurun.

Lebih jauh, publik mulai mempertanyakan konsistensi aparat penegak hukum (APH) di Bangka Belitung.

Ketidaktegasan dalam menjaga kawasan DAS — yang secara ekologis sangat vital — memperlihatkan lemahnya daya tekan hukum terhadap pelaku tambang ilegal.

Dugaan Pembiaran dan “Upeti”

Warga mengaku tak mengetahui siapa koordinator tambang tersebut saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!