Berita

Gerakan Otoritas Jasa Keuangan Bangka Belitung Mengajarkan Keluarga Mengelola Gizi dan Keuangan demi Masa Depan Anak

84
×

Gerakan Otoritas Jasa Keuangan Bangka Belitung Mengajarkan Keluarga Mengelola Gizi dan Keuangan demi Masa Depan Anak

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio

SIMPANG TERITIP, Berita5.co.id — Di tengah tantangan ekonomi keluarga yang kian kompleks, upaya mencegah stunting tidak lagi cukup hanya dengan membagikan makanan. Ia membutuhkan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan mengelola kehidupan sehari-hari.

Inilah yang coba dijawab oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui program literasi keuangan yang dipadukan dengan intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting di Kecamatan Simpang Teritip, Kamis (9/4/2026).

Sebanyak 100 paket nutrisi GENTING disalurkan kepada 100 keluarga, namun lebih dari itu, program ini membawa satu pesan penting mencegah stunting dimulai dari cara keluarga mengatur hidupnya sendiri.

Stunting bukan sekadar persoalan kurang makan. Ia adalah hasil dari rangkaian panjang masalah mulai dari kurangnya asupan gizi, rendahnya pemahaman orang tua, hingga lemahnya ketahanan ekonomi keluarga.

Menurut World Health Organization, stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai masa paling krusial dalam pembentukan otak dan tubuh.

Artinya, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan.

Ia harus dimulai dari rumah, dari dapur, dari cara orang tua mengambil keputusan setiap hari.

Program yang diusung Otoritas Jasa Keuangan ini menghadirkan pendekatan yang berbeda.

Tidak hanya memberikan bantuan makanan, tetapi juga edukasi pengelolaan keuangan keluarga.

Melalui tema “Keuangan Rumah Tangga Kuat, Anak Tumbuh Hebat”, masyarakat diajak memahami bahwa.

Penghasilan kecil tetap bisa cukup jika dikelola dengan baik

Prioritas belanja harus dimulai dari kebutuhan gizi anak

Perencanaan keuangan menentukan kualitas hidup keluarga

Dalam sambutannya, perwakilan OJK menegaskan bahwa lembaga keuangan tidak boleh hanya hadir di ruang-ruang formal, tetapi juga harus menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

“OJK hadir untuk memastikan masyarakat tidak hanya paham keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ujarnya.

Program ini tidak berjalan sendiri. Ia merupakan hasil sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan, BKKBN, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan BPJS Ketenagakerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!