Berita

DMI Bangka Menyalakan Arus Kebangkitan Islam dari Pulau Kecil Menuju Panggung Dunia

55
×

DMI Bangka Menyalakan Arus Kebangkitan Islam dari Pulau Kecil Menuju Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab
PANGKALPINANG, Berita5.co
.id — Sekitar 20 anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memulai perjalanan dakwah menuju Istima Ulama di Lampung, Kamis (27/11/2025). Berangkat dari Masjid An-Nur Kampung Keramat pukul 08.30 WIB, mereka membawa misi yang melampaui perjalanan fisik menyalakan kembali bara kebangkitan umat Islam dari pulau kecil yang tersembunyi di timur Sumatra.

Di bawah kepemimpinan Ust. Riduan, rombongan memasuki bus yang perlahan membawa mereka menjauh dari halaman masjid sebuah halaman yang telah menyaksikan doa-doa yang tidak pernah benar-benar selesai diucapkan.

Bagi mereka, keberangkatan ini bukan sekadar rutinitas syiar tahunan, tetapi simbol gerak kolektif umat, sebuah helaan napas besar dari masyarakat Bangka yang ingin kembali mengetuk pintu-pintu langit.

Di Kabupaten Bangka, gelombang yang lebih besar bergerak bersama 300 jamaah diberangkatkan dan dilepas langsung oleh Bupati Bangka, Feri Insani sebuah momentum yang jarang terjadi, ketika pemimpin daerah menyaksikan sendiri bagaimana masyarakatnya bergerak dalam satu ritme: ritme dakwah.

Ketua DMI Kabupaten Bangka, M. Yasir Mustafa, menyebut keberangkatan itu sebagai “pergerakan umat menuju pusat cahaya.”

“Sebanyak 300 orang dikomandoi oleh Ustadz Hassan Mustafa. Tabligh akbar ini dihadiri oleh delegasi dari 84 negara. Dari Bangka Belitung sendiri, sekitar seribu peserta ikut.” ungkapnya.

Data itu bukan sekadar angka, itu adalah cermin besarnya gairah keagamaan Bangka Belitung, sebuah provinsi kecil yang diam-diam sedang menegakkan tonggak dakwah Nusantara.

Lebih jauh, Yasir menegaskan dimensi spiritual perjalanan itu.

“Tujuan kita satu: doa bersama untuk Indonesia agar lebih baik dan lebih berkah, termasuk Bangka Belitung. Kegiatan ini mengajak kita selalu dekat pada Allah, mengajak orang berbuat baik, dan menjadi rahmatan lil ’alamin.” tambahnya.

Dalam perjalanan panjang menuju Lampung, rombongan dijadwalkan singgah di Palembang untuk bersilaturahmi dengan DMI Provinsi Sumatera Selatan.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda protokoler.
Ia adalah penguatan simpul-simpul dakwah, sebuah usaha merajut jaringan pengurus masjid dari kota ke kota, dari provinsi ke provinsi.

Ketua DMI Provinsi Babel, Ust. Rasyid Ridho, menegaskan pentingnya perjalanan tersebut.

“Safari dakwah ini memperkuat ukhuwah dan kapasitas keumatan. Kami berharap perjalanan ini membawa berkah dan mempererat kerja sama antarwilayah.” tambahnya.

Baginya, pergerakan ini ibarat menyulam benang-benang persatuan umat.
Dari Bangka yang sunyi, menuju Palembang yang ramai, lalu berakhir pada gelombang manusia di Lampung arus besar yang menghidupkan kembali denyut dakwah Nusantara.

Di balik statistik yang mencuri perhatian
20 anggota DMI Babel,
300 jamaah dari Bangka,
1.000 peserta dari Bangka Belitung,
84 negara yang hadir di Lampung
terdapat cerita kecil yang tak tercatat dalam dokumen resmi, tapi justru menyentuh inti dakwah.

Ada pedagang ikan di Sungailiat yang menabung enam bulan agar bisa ikut perjalanan ini.
Ada imam desa dari Bakam yang menyerahkan kebun lada kepada anaknya, demi sekali saja berdiri di tengah lautan dakwah internasional.
Ada remaja lulusan pesantren dari Tempilang yang memeluk mimpinya menjadi pendakwah keliling Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!