MENTOK, Berita5.co.id— Di tengah dunia yang bergerak cepat, ketika hiruk-pikuk pembangunan kerap meninggalkan jejak sunyi bagi mereka yang berada di tepian hidup, BAZNAS Bangka Barat kembali hadir sebagai lentera yang tak padam.
Pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Kamis (27/11/2025), lembaga ini menegaskan kembali posisinya sebagai wajah kemanusiaan daerah dengan menyalurkan santunan kepada 30 warga PKK desa dan kelurahan yang kurang mampu di seluruh kecamatan.
Masing-masing kecamatan mendapat lima kuota angka kecil, tetapi menjadi isyarat besar tentang misi besar yang sedang dijalankan untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang dilupakan.
Acara yang digelar di hadapan Bupati Bangka Barat Markus SH, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, OPD, serta jajaran TP PKK dari tingkat provinsi hingga desa, bukan sekadar seremoni tahunan.
Ia tampil sebagai ruang pertemuan nilai-nilai, tempat komitmen kemanusiaan dipertemukan dengan dedikasi para pemangku amanah.
Dalam ruangan penuh silaturahmi itu, gotong royong tak lagi berdiri sebagai jargon, ia menjelma menjadi denyut kehidupan yang bergerak dari satu individu ke individu lainnya, seperti arus kecil yang menyatu menjadi sungai harapan.
Bupati Bangka Barat Markus SH, dengan suara yang mengandung ketegasan sekaligus kehangatan, membuka acara dengan pernyataan yang merangkum semangat hari itu.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi untuk kelancaran dan kemeriahan acara ini. Mari kita terus merawat budaya gotong royong untuk kemajuan bersama. Bangka Barat maju bersama,” ujarnya.
Ucapannya tidak hanya meneguhkan nilai kebersamaan, tetapi juga mengirim pesan bahwa pembangunan yang adil menuntut keberpihakan pada mereka yang paling kecil.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Barat, Ibu Bupati, memberikan penegasan yang lebih dalam.
Baginya, kehadiran BAZNAS adalah denyut tambahan bagi nadi masyarakat, sebuah energi yang mempercepat kerja-kerja kemanusiaan.
“Peran BAZNAS sangat membantu masyarakat Bangka Barat, bukan hanya melalui santunan seperti hari ini, tetapi juga lewat bantuan di berbagai bidang lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ungkapnya.
Dalam suaranya, mengalir pengakuan jujur bahwa lembaga zakat ini telah menjadi jembatan yang menghubungkan harapan rakyat dengan kenyataan yang lebih layak.
Namun kisah hari itu tidak berhenti di panggung utama.
Dari Kecamatan Kelapa, Ketua BAZNAS Bangka Barat Drs. Lili Suhendra Nato turut mengirimkan pesannya.
Ia sedang berada di lokasi pembangunan Bantuan Rumah Layak Huni, salah satu program yang menjelaskan kenapa BAZNAS tidak pernah berhenti di satu tempat kemanusiaan menuntut langkah yang terus bergerak.
“BAZNAS Bangka Barat berupaya hadir di setiap lapisan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang selama ini tidak terjangkau. Sinergi dengan TP PKK menjadi kekuatan penting dalam memastikan zakat tersalurkan lebih tepat sasaran. Semoga kepercayaan para muzaki terus meningkat sehingga program-program kemanusiaan dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.












