Berita

Dibalik Ambisi Thorcon Bangun PLTN, Pulau Gelasa Terancam Bisa Jadi Fukushima Mini 

80
×

Dibalik Ambisi Thorcon Bangun PLTN, Pulau Gelasa Terancam Bisa Jadi Fukushima Mini 

Sebarkan artikel ini

Editor: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, Berita5.co.id – Sebuah pulau kecil di pesisir Bangka Belitung kini menjadi pusat perhatian dunia energi.

Pulau Kelasa atau yang akrab ditelinga masyarakat Bangka sebagai Pulau Gelasa, yang dikelilingi laut dangkal dan kaya biota pesisir, bakal menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.

Proyek ini digagas ThorCon International Pte. Ltd., perusahaan asing yang sejak 2021 mengincar target operasi komersial pada 2032 mendatang.

Namun di balik ambisi tersebut, muncul keraguan serius. Penelusuran tim media ini, menemukan sejumlah catatan kritis, mulai dari risiko lingkungan, kerentanan bencana, hingga keterbatasan sumber daya manusia.

Limbah Panas di Laut Dangkal

Data dari penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyebutkan pembuangan limbah panas (thermal discharge) dari PLTN tipe air ringan nantinya bakal memicu kenaikan suhu laut, mengurangi kadar oksigen, hingga mengganggu terumbu karang.

Di Pulau Gelasa nantinya ancaman ini alan terasa nyata.

Kalau suhu laut naik, padang lamun dan terumbu karang di sekitar Pulau Gelasa bisa rusak permanen. Itu artinya nelayan kehilangan sumber ikan.

Ancaman Bencana di Ring of Fire

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia.

Pulau Gelasa, meski tampak tenang, tetap berada di kawasan rawan tsunami.

Tidak ada reaktor nuklir yang benar-benar aman di wilayah Ring of Fire.

Bayangkan jika ada kebocoran akibat gempa besar. Dampaknya bisa lintas generasi.

Teknologi Belum Teruji

ThorCon berencana menggunakan teknologi Thorium Molten Salt Reactor (TMSR), yang diklaim lebih aman.

Namun, secara global teknologi ini masih berstatus first-of-a-kind (FOAK) — belum ada pembuktian komersial di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!