Berita

Desi Diparkirkan, Aroma Kolektor Timah Parittiga Menyeruak ke Tubuh Perusahaan

302
×

Desi Diparkirkan, Aroma Kolektor Timah Parittiga Menyeruak ke Tubuh Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Menurut penelusuran media ini, sejumlah sumber menyebut Desi memiliki peran lebih dari sekadar juru bicara perusahaan.

Ia diduga menjadi penghubung komunikasi antara berbagai kepentingan—mulai dari pelaku di lapangan hingga pihak-pihak yang memiliki akses ke institusi formal.

“Dia motor koordinasi. Bukan cuma urusan perusahaan,” ujar seorang sumber yang mengetahui pola kerja jaringan tersebut.

Peran semacam ini, jika terbukti, menempatkan Desi pada posisi strategis sekaligus rawan.

Di satu sisi, ia berada di lingkar korporasi.

Di sisi lain, namanya kerap dikaitkan dengan upaya pengamanan aktivitas pertambangan yang diduga berada di luar koridor hukum, termasuk membangun komunikasi dengan oknum aparat.

Hingga berita ini diturunkan, PT MSP belum memberikan keterangan resmi terkait status Desi maupun alasan di balik keputusan memarkirkannya.

Upaya menghubungi Desi secara langsung juga belum membuahkan hasil. Tidak ada bantahan, tidak pula penjelasan.

Di tengah minimnya klarifikasi, desakan publik kepada aparat penegak hukum kian menguat.

Masyarakat menuntut penelusuran yang transparan dan menyeluruh terhadap dugaan keterkaitan berbagai pihak dalam jaringan kolektor timah yang selama ini dituding merusak lingkungan dan merugikan negara.

Kasus Desi menjadi potret buram relasi antara korporasi, jaringan kolektor, dan penegakan hukum di Bangka Belitung.

Publik kini menanti, apakah “parkir” ini sekadar jeda sementara, atau awal dari terbukanya simpul-simpul lama yang selama ini tertutup rapat di balik bisnis timah ilegal.

Sementara itu Humas MSP Desi, saat dikonfirmasi media ini pada Rabu (28/1/2026) pagi, belum merespon hingga berita ini dinaikkan. (Radak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *