Foto hanyalah ilustrasi (AI/IST/RADAK)
Oleh: Radak02
BANGKA, Berita.co.id — Nama Desi, yang selama ini dikenal sebagai Humas PT MSP, mendadak meredup dari peredaran.
Perempuan yang kerap tampil sebagai wajah perusahaan itu kini dikabarkan “diparkirkan” sementara dari posisinya.
Keputusan internal tersebut mencuat di tengah menguatnya dugaan keterkaitan Desi dengan aktivitas kolektor timah bernama Liku di wilayah Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.
Informasi yang dihimpun dari lingkungan internal PT MSP menyebutkan, sejak Selasa lalu Desi tak lagi menjalankan fungsi kehumasan.
“Mulai kemarin Desi sudah diparkirkan oleh pimpinan PT MSP. Tapi kami juga belum tahu persis masalahnya apa,” ujar seorang sumber perusahaan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu pagi.
Pemindahan sementara itu dinilai bukan keputusan biasa.
Sejumlah sumber menyebut, kebijakan tersebut tak lepas dari dinamika lapangan yang kian memanas, terutama sorotan publik terhadap aktivitas pengumpulan dan distribusi bijih timah yang melibatkan jaringan kolektor di Parittiga.
Nama Liku disebut-sebut sebagai simpul penting dalam jaringan tersebut.
Desi bukan sosok baru dalam pusaran isu pertimahan Bangka Belitung.
Dalam beberapa bulan terakhir, namanya kerap beredar di kalangan penegak hukum.
Ia disebut-sebut sering terlihat mondar-mandir di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.
Aktivitas itu memantik spekulasi, terlebih ketika dikaitkan dengan penanganan kasus tambang timah ilegal di kawasan hutan lindung Nadi dan Sarang Ikan, Kabupaten Bangka Tengah.












