Babel hari iniBangka BaratBangka BelitungBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPemerintahan

Bangka Barat Raih Predikat Kampung Keluarga Berkualitas,

172
×

Bangka Barat Raih Predikat Kampung Keluarga Berkualitas,

Sebarkan artikel ini

MUNTOK, Berita5.co.id – Suara tepuk tangan riuh menggema di Gedung Batu Rakit, Kamis (15/05/2025), menyambut pernyataan membanggakan dari Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiono, S.Pd: “66 desa dan kelurahan di wilayah kami telah resmi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas!” Pernyataan itu memecah kebahagiaan puluhan peserta sosialisasi, termasuk kader desa, perwakilan lembaga masyarakat, dan para pemangku kebijakan yang hadir. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan buah dari kerja keras ribuan tangan yang berkomitmen membangun keluarga sehat, cerdas, dan mandiri.

Acara yang digelar selama dua hari (14-15 Mei 2025) ini menjadi momen bersejarah. Di hari pertama, para camat dan kepala desa berkumpul untuk memperkuat sinergi. Esoknya, giliran kader-kader penggerak dari pelosok desa bersemangat menyimak materi peningkatan SDM. Wajah-wajah mereka tampak sumringah, mengenakan seragam khas daerah, siap membawa pulang ilmu untuk diterapkan di kampung halaman.
“Ini prestasi luar biasa! Dulu, banyak desa di sini tertinggal. Kini, semua sudah bergerak maju. Bahkan 25 rumah data (Dataku) sudah mencapai kategori paripurna. Ini bukti bahwa gotong royong bisa mengubah nasib,” ujar Sarbudiono dengan suara bergetar haru. Sorot matanya tak lepas dari para kader yang duduk di barisan depan—para pejuang yang rela berjalan puluhan kilometer demi sosialisasi program di daerah terpencil.

Firman Darmawan, S.Ip, pemateri dari BKKBN Provinsi Bangka Belitung, memaparkan bagaimana konsep Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya tentang infrastruktur, tapi juga “menyelamatkan masa depan anak-anak”. Program ini berhasil menekan angka stunting melalui pendampingan gizi dan edukasi keluarga. “Dulu, ada seorang ibu di Desa Pelawan yang anaknya terdiagnosa stunting. Berkat kader yang aktif mengunjungi rumah-rumah, anak itu kini tumbuh sehat. Itulah kekuatan data dan ketulusan kader,” kisahnya, disambut decak kagum peserta.

Ruslan Efendi, S.Si, pemateri kedua, menegaskan bahwa “data adalah nyawa pembangunan”. Kabupaten Bangka Barat, dengan 64 Rumah Dataku, kini menjadi contoh nasional. “Dari data sederhana seperti jumlah balita hingga kondisi ekonomi, kader bisa merancang program tepat sasaran. Misalnya, di Kelurahan Muntok, data digunakan untuk membuka kelas parenting gratis. Hasilnya, 90% keluarga kini paham pola asuh modern,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!