Berita

ATM Pangkalpinang: Cantik di Malam Hari, Menyedihkan Saat Pagi Datang

128
×

ATM Pangkalpinang: Cantik di Malam Hari, Menyedihkan Saat Pagi Datang

Sebarkan artikel ini
Kondisi Alun-Alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 06.10 WIB. (doi/berita5)

Oleh: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Saat jarum jam baru saja melewati pukul enam pagi, Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) Kota Pangkalpinang harusnya menjadi ruang publik yang segar.

Tempat warga Pangkalpinang menghirup udara pagi, berlari kecil, atau hanya sekadar menikmati suasana kota yang perlahan-lahan bangun.

Namun, Minggu (16/11/2025) pagi, panorama yang menyambut justru jauh dari kesegaran.

Sampah berserakan —plastik makanan, gelas minuman, tisu, hingga sisa santapan malam Minggu— mengisi setiap sudut, dari jalan yang mengitari alun-alun hingga area dalam yang seharusnya menjadi pusat rekreasi keluarga.

Tak hanya sampah padat, sisa limbah cair dari para pedagang—air bekas cuci piring dan wadah makanan—menggenang di sisi jalan.

Genangan air berwarna keruh itu menebarkan bau tak sedap yang menusuk hidung, bercampur dengan embun pagi yang seharusnya menyejukkan.

Trotoar yang biasanya menjadi jalur favorit para jogger pun licin dan basah.

Beberapa warga tampak menghindari titik-titik genangan, berusaha tetap menikmati rutinitas pagi meski aroma tak sedap tak bisa benar-benar diabaikan.

“Sayang sekali, padahal kalau pagi tempat ini biasanya enak buat olahraga,” ujar seorang warga yang sedang jogging, sambil menutup hidung dengan handuk kecilnya.

Petugas Kebersihan: Pahlawan Pagi yang Kewalahan

Di tengah kondisi itu, beberapa petugas kebersihan terlihat sibuk—mengais plastik satu per satu, menyapu sisa makanan, hingga menyiram area becek.

Upaya mereka nyata, namun volume sampah akibat malam Minggu tampak seolah tak ada habisnya.

“Kalau malam Minggu begini, sampahnya bisa dua kali lipat,” kata seorang petugas, sembari menghela napas.

“Kami usahakan cepat bersih, tapi kadang memang kewalahan,” tambahnya.

Masalah sebenarnya bukan hanya pada banyaknya sampah, tetapi juga kebiasaan buang sampah sembarangan dan pengelolaan limbah pedagang yang belum tertata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *