Berita

ASN Dinas Pendidikan Babel Diduga Terlibat Bisnis Timah Ilegal, Ada Bukti Transferan Rp 100 Juta

339
×

ASN Dinas Pendidikan Babel Diduga Terlibat Bisnis Timah Ilegal, Ada Bukti Transferan Rp 100 Juta

Sebarkan artikel ini

Foto ini hanya ilustrai untuk melengkapi berita. (Ist)

Laporan: Broaldo

Editor: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Aroma praktik tambang ilegal kembali menyeruak di Kepulauan Bangka Belitung.

Kali ini, sorotan mengarah pada seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Babel yang berinisial BKS.

Ia diduga terlibat dalam jaringan jual beli pasir timah ilegal yang beroperasi di Pulau Belitung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, BKS tidak bekerja sendiri.

Ia diduga berkolaborasi dengan dua nama lain, Yan dan Aj, dalam aktivitas pembelian pasir timah ilegal.

Jaringan ini disebut-sebut telah dua kali berhasil melakukan transaksi dan mengirimkan pasir timah keluar Pulau Belitung tanpa hambatan berarti.

Namun, pada percobaan ketiga, operasi mereka kandas. Pasir timah yang hendak dikirim justru diamankan oleh Satgas Trisakti.

“Yang ketiga itu ketangkap Satgas Trisakti,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Jejak Dana dan “Bisnis Tak Jelas”

Terungkapnya dugaan praktik ilegal ini berawal dari persoalan keuangan.

Salah satu mitra BKS  mempertanyakan dana sebesar Rp 100 juta yang sebelumnya telah ditransfer melalui Bank Danamon.

Dana tersebut, menurut sumber, awalnya dititipkan untuk dikelola dalam sebuah “bisnis gotong royong” yang dijalankan BKS.

Namun, jenis usaha yang dimaksud tidak pernah dijelaskan secara transparan.

“Uangnya dititip ke BKS untuk dikelola. Tapi tidak pernah jelas bisnisnya apa,” ujar sumber tersebut.

Kecurigaan memuncak ketika dana tak kunjung kembali. Saat didesak, BKS disebut mengakui bahwa uang tersebut digunakan untuk aktivitas bisnis pasir timah ilegal.

Ia bahkan menjanjikan pengembalian dana setelah timah yang sempat diamankan bisa “dicairkan”. Namun, fakta di lapangan berkata lain.

Timah “Tanpa Tuan”, Dana Terancam Raib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *