Berita

Aroma Penyimpangan di SPBU Selindung: Solar Subsidi Dijual Diam-Diam Sebelum Waktunya

330
×

Aroma Penyimpangan di SPBU Selindung: Solar Subsidi Dijual Diam-Diam Sebelum Waktunya

Sebarkan artikel ini

Foto hanya ilustrasi untuk melengkapi berita. (Ist)

 

PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Langit masih gelap ketika aktivitas di SPBU 24.331.69 Selindung mulai bergerak.

Jarum jam belum genap menunjukkan pukul 06.00 WIB, waktu yang lazim dikenal masyarakat sebagai awal pelayanan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Namun, di lokasi ini, solar subsidi justru disebut telah lebih dulu mengalir sejak sekitar pukul 05.00 WIB.

Temuan tim media 9 Jejakkasus itu sontak memantik tanda tanya.

Di tengah aturan yang selama ini dipahami publik, distribusi BBM subsidi seharusnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ketat—bukan hanya soal waktu, tetapi juga soal sasaran penerima.

SPBU, sebagai prasarana vital, memang beroperasi 24 jam. Sistem kerja dibagi dalam tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam.

Namun, pengaturan ini bukan sekadar soal pembagian waktu kerja, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kualitas layanan dan memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur.

Di Selindung, situasinya terasa berbeda. Selain waktu distribusi yang dinilai janggal, penyaluran solar subsidi juga disebut tidak sepenuhnya tepat sasaran.

Sejumlah kendaraan yang diduga berperan sebagai “pengerit”—istilah lokal untuk pembeli dalam jumlah berulang dengan tujuan tertentu—terlihat menerima pasokan.

Fenomena ini memperkuat dugaan adanya celah dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Di tengah sorotan itu, muncul penjelasan dari seorang penanggung jawab SPBU di Jalan A. Yani, Pangkalpinang, yang dikenal dengan sapaan Bang Cecep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!