Penulis: Radak02
PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Larangan pukat harimau sudah lama jadi hukum mati. Regulasi tegas. Ancaman pidana jelas. Tapi di laut Bangka Belitung, semua itu seperti sekadar tulisan tanpa nyawa—tak ditakuti, tak ditaati.
Yang terjadi di lapangan justru bikin geleng kepala.
Kapal-kapal trawl diduga masih bebas berkeliaran, menyisir perairan dari Bangka Selatan hingga Bangka induk.
Bukan sembunyi-sembunyi. Mereka bergerak terang-terangan, sistematis, bahkan disebut-sebut makin rapi seperti operasi yang sudah “mapan”.
Amarah nelayan kecil akhirnya meledak.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka Belitung, Ridwan, tak lagi menahan nada. Suaranya keras, penuh tekanan.
“Ini sudah lama. Kapal trawl merajalela. Ada indikasi oknum, tapi belum bisa kami pastikan. Nelayan kami terus melapor. Kalau ditangkap, pasti terbuka semua,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan sekadar keluhan. Itu peringatan keras—bahwa ada sesuatu yang diduga sengaja dipelihara.
Penelusuran investigasi pada 6 Maret 2026 mengarah ke satu titik krusial, yakni Sungsang, Banyuasin—wilayah sibuk di muara Sungai Musi yang menjadi jalur vital aktivitas nelayan.
Di permukaan, semuanya tampak biasa.
Kapal keluar masuk. Es balok diangkut. Ikan dibongkar. Aktivitas berjalan normal.
Namun di balik hiruk pikuk itu, tercium aroma yang tak biasa.
Sejumlah sumber menyebut satu nama yang diduga menjadi simpul kendali, sebut saja Unyil.
Ia bukan sekadar pemain biasa. Ia disebut menguasai rantai distribusi, dari logistik melaut, gudang penyimpanan, hingga jalur pemasaran hasil tangkapan.
Dermaga yang dikaitkan dengannya diduga menjadi pusat keluar-masuk kapal.
“Semua lewat dia. Mau berangkat, bongkar ikan, jalurnya di situ,” ungkap seorang warga.
Jika itu benar, maka ini bukan lagi praktik liar. Ini bisnis besar. Terstruktur. Terorganisir.
Yang lebih mengejutkan, muncul dugaan adanya sistem “pengamanan”.
Dalam percakapan dengan tim investigasi, Unyil disebut secara terbuka mengakui bahwa aktivitas kapal trawl masih berjalan aman—asal ada koordinasi.
“Koordinasi kapal trawl itu masih aman.”
Tak berhenti di situ, ia bahkan menyebut satu nama kunci.












