Berita

Anggaran Bebek Petelur Rp 200 Juta di Baturusa Diduga Bermasalah: Dana Dipinjam Kades, BUMDes Menjerit

275
×

Anggaran Bebek Petelur Rp 200 Juta di Baturusa Diduga Bermasalah: Dana Dipinjam Kades, BUMDes Menjerit

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dedis
BANGKA, Berita5.co.id — Program pengembangan bebek petelur milik BUMDes Baturusa yang sejak awal direncanakan berjalan dengan anggaran Rp 200 juta kini menuai polemik.

Proyek yang digadang-gadang mampu meningkatkan ekonomi desa itu justru tersendat akibat dugaan penyalahgunaan dana oleh Kepala Desa (Kades) Baturusa, Junaidi.

Anggaran Rp 200 juta yang cair pada Agustus 2025 dipergunakan untuk pembangunan kandang sepanjang 30 meter dan lebar 12 meter, pembelian 700 ekor bibit bebek petelur berusia lima bulan, serta pembayaran gaji penjaga sebesar Rp 3 juta per bulan.

Secara perhitungan, kebutuhan pakan—dua karung per hari—telah dimasukkan ke rencana anggaran hingga masa bebek tidak lagi produktif.

Namun faktanya, pakan bebek justru habis sebelum waktunya.

Juru pungut pasar Desa Baturusa, Sukir, mengakui pakan sering kosong.

“Terpaksa kami nutup pakan pakai duit pasar dulu. Mane duet yg di pake kades sampai sekarang belum dikembalikan,” ungkap Sukir.

Ia mengatakan Kades sempat membantu dua karung pakan melalui Kadus Toni pada 27 November 2025.

Direktur BUMDes Baturusa, Pahran, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kekurangan pakan adalah penggunaan dana BUMDes oleh Kades Junaidi sebesar Rp 20 juta yang dipinjam sejak Agustus 2025.

Dana itu, menurut Pahran, digunakan Kades untuk mengganti uang seorang warga bernama Pit (mantan Sekdes Baturusa) yang sebelumnya dipakai Kades.

Pit meminta uangnya kembali setelah tidak lulus tes kaur pemerintahan.

“Pit ngamuk minta uangnya dikembalikan. Ya terpaksa ku kasi pinjaman uang BUMDes ke Kades. Sampai sekarang belum dikembalikan,” ujar Pahran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *